Tegas Prioritaskan Infrastruktur dan Ekonomi, Kecamatan Tenggarong Fokus pada Pembangunan Merata

Rabu, 30 April 2025 03:47 WITA
Perbaikan gorong-gorong di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tenggarong. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

Paperkaltim.id, TENGGARONG – Pemerintah Kecamatan Tenggarong menetapkan arah pembangunan tahun 2025 dengan fokus pada peningkatan infrastruktur dasar dan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tersebut.

Camat Tenggarong, Sukono, menjelaskan bahwa perbaikan infrastruktur, terutama jalan dan sistem drainase, menjadi prioritas utama tahun ini. Hal itu dilakukan untuk mengatasi persoalan banjir dan meningkatkan konektivitas antarwilayah, yang selama ini menjadi kendala utama aktivitas ekonomi masyarakat.

“Pembangunan jalan serta saluran air di wilayah Tenggarong, Lapak Lambur, dan Bendang sangat penting untuk mendukung aktivitas warga sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian,” ungkap Sukono, Rabu (30/4/2025).

Selain memperbaiki akses antarpermukiman, pemerintah kecamatan juga menaruh perhatian besar pada pembangunan jalan pertanian. Beberapa jalur penting yang tengah digarap antara lain Bukit Biru menuju Sumber Sari, Jalan Usaha Tani ke Rapak Lambur, serta Maluhu menuju Spontan.

Menurut Sukono, perbaikan infrastruktur pertanian ini bukan hanya untuk memperlancar mobilitas hasil tani, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan produktivitas sektor pertanian masyarakat.

Tak hanya infrastruktur fisik, Kecamatan Tenggarong juga menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas berikutnya. Melalui berbagai program pelatihan, pemerintah berupaya menyiapkan SDM yang lebih terampil dan mandiri secara ekonomi.

Pelatihan diberikan kepada ibu rumah tangga, remaja, dan kelompok pemuda, mencakup bidang keterampilan pembuatan produk olahan makanan, pelatihan kewirausahaan, hingga pelatihan kerja seperti satpam dan operator lapangan.

Program ini digelar melalui kolaborasi lintas instansi bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar. Para peserta yang telah mengikuti pelatihan juga memperoleh sertifikat resmi sebagai bukti peningkatan kompetensi dan kesiapan memasuki dunia kerja.

“Pelatihan ini kami laksanakan dua kali dalam setahun, dan saat ini sudah kami siapkan rancangan program lanjutan untuk tahun 2026. Tujuannya agar masyarakat memiliki keterampilan berkelanjutan yang bisa membantu meningkatkan pendapatan keluarga,” jelas Sukono.

Ia menambahkan, dengan sinergi antara pembangunan infrastruktur dan penguatan kapasitas SDM, pihaknya optimis ekonomi lokal di Tenggarong akan terus tumbuh dan mampu bersaing di tingkat kabupaten maupun provinsi.

“Dengan pembangunan yang merata dan masyarakat yang berdaya, Tenggarong akan menjadi kawasan yang maju, produktif, dan sejahtera,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan:
Berita Terkait