SAE Lapas Tenggarong Jadi Ruang Pembinaan Produktif dan Edukasi Masyarakat

Kamis, 7 Mei 2026 11:10 WITA
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tenggarong, I Wayan Nurasta Wibawa

Paperkaltim.id, TENGGARONG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong terus memperkuat program pembinaan warga binaan melalui pengembangan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Kawasan tersebut kini dikembangkan menjadi pusat kegiatan produktif yang memadukan sektor pertanian, perikanan, hingga layanan jasa yang juga melibatkan masyarakat.

Program SAE dirancang bukan hanya sebagai media pembinaan di dalam lapas, tetapi juga sebagai sarana edukasi terbuka yang memperlihatkan proses pemberdayaan warga binaan melalui aktivitas yang produktif dan berkelanjutan.

Di area tersebut, warga binaan mengelola berbagai jenis tanaman hortikultura seperti sayuran hijau, sekaligus melakukan budidaya ikan air tawar dengan sistem pengelolaan yang terarah. Hasil pengelolaan itu menjadi bagian dari pelatihan keterampilan yang diharapkan dapat menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat.

Selain sektor pangan, Lapas Tenggarong juga mengembangkan unit layanan pencucian mobil dan sepeda motor. Seluruh layanan dikelola oleh warga binaan yang telah mengikuti pelatihan teknis dan pelayanan dasar.

Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, I Wayan Nurasta Wibawa, mengatakan program tersebut merupakan langkah nyata dalam membangun pola pembinaan yang lebih produktif dan humanis.

“Melalui SAE, kami ingin membentuk keterampilan dan kepercayaan diri warga binaan. Harapannya, mereka memiliki kemampuan yang bisa dimanfaatkan ketika kembali ke lingkungan masyarakat,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, SAE juga diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat terkait pengelolaan pertanian perkotaan dan budidaya perikanan sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan rumah tangga.

Ia menilai keterlibatan masyarakat dalam mengunjungi maupun memanfaatkan layanan di kawasan SAE menjadi bagian penting dalam membangun hubungan sosial yang lebih positif antara warga binaan dan lingkungan luar.

“Pembinaan tidak cukup hanya di dalam lapas. Dukungan dan penerimaan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam proses perubahan warga binaan,” katanya.

Pengembangan SAE sendiri menjadi bagian dari komitmen Lapas Tenggarong dalam mendukung program pembinaan kemandirian serta penguatan Zona Integritas di lingkungan pemasyarakatan.

Ke depan, program tersebut diharapkan terus berkembang dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas, baik dari sisi edukasi, pemberdayaan, maupun penguatan keterampilan warga binaan.

Bagikan:
Berita Terkait