Paperkaltim.id, Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Muhammad Darlis Pattalongi, menyatakan dukungannya terhadap langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang telah memulai program rekrutmen dan pelatihan ribuan sarjana melalui Universitas Pertahanan (Unhan).
Pihaknya menilai inisiatif ini sebagai langkah yang patut diapresiasi dan sejalan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas nasional dalam rangka meningkatkan gizi masyarakat.
Darlis menekankan pentingnya percepatan penempatan tenaga Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) ke daerah-daerah yang membutuhkan.
“Investasi pembangunan dapur gizi ini sangat besar. Saya mendapat laporan bahwa untuk pengadaan perangkat saja, satu dapur bisa menghabiskan hingga Rp800 juta. Namun, tanpa sumber daya manusia yang memadai, semuanya akan sia-sia.” ujarnya
Lebih lanjut, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menjelaskan bahwa setiap unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memerlukan tiga peran penting: kepala satuan, ahli gizi, dan tenaga akuntansi. Ketiga posisi ini harus terpenuhi agar dapur gizi dapat beroperasi sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan.
“Di beberapa lokasi, walaupun dapur gizi sudah rampung dibangun, mereka tidak dapat difungsikan karena kurangnya personel yang sesuai. Ini adalah kenyataan di lapangan yang harus segera diatasi,” ujar Darlis.
Darlis juga mengingatkan BGN untuk tidak hanya fokus pada pelatihan SDM, tetapi juga memperhatikan strategi distribusi yang lebih adil dan merata, terutama ke wilayah luar Pulau Jawa yang seringkali terpinggirkan dalam penempatan tenaga.
“Keberhasilan program MBG ini tidak dapat diukur hanya dari jumlah dapur yang berhasil dibangun, tetapi dari seberapa banyak dapur yang benar-benar berfungsi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kuncinya tetap pada ketersediaan dan kualitas SDM yang ada,” pungkasnya.
Diakhir dirinya berharap agar program ini dapat berjalan dengan optimal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, Darlis akan terus melakukan pengawasan serta memberikan dukungan terhadap langkah-langkah yang diambil oleh BGN dalam mewujudkan ketahanan gizi di Indonesia.(*)





