Disdikbud Kukar Siapkan Materi Sultan AM Idris untuk Sekolah, Perkuat Literasi Sejarah Lokal

Senin, 18 Mei 2026 10:17 WITA
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah

Paperkaltim.id, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mendorong penguatan sejarah lokal di lingkungan pendidikan dengan memasukkan sosok Sultan Aji Muhammad Idris ke dalam materi pembelajaran sekolah.

Program tersebut disiapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar sebagai upaya mengenalkan tokoh pahlawan daerah kepada pelajar sejak usia dini.

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan bahan pembelajaran tentang Sultan AM Idris akan diterapkan di seluruh satuan pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Kami sedang menyiapkan materi pembelajaran yang nantinya diterapkan di seluruh jenjang pendidikan,” ujarnya.

Sultan Aji Muhammad Idris sendiri dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah Kalimantan Timur dan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pertama dari Kalimantan Timur pada tahun 2021.

Menurut Heriansyah, penguatan sejarah lokal penting dilakukan agar generasi muda tidak hanya mengenal sejarah nasional, tetapi juga memahami tokoh perjuangan dari daerahnya sendiri.

Ia menjelaskan, untuk jenjang PAUD, pembelajaran akan disampaikan melalui pendekatan visual yang lebih sederhana dan menarik agar mudah dipahami anak-anak.

“Untuk PAUD nanti menggunakan media gambar atau ilustrasi yang lebih sederhana,” katanya.

Sementara untuk tingkat SD dan SMP, materi akan diperkuat melalui muatan lokal yang telah memiliki dasar hukum daerah sebagai payung pelaksanaan pembelajaran.

“Nantinya materi tersebut akan didistribusikan ke sekolah-sekolah agar menjadi bagian dari pembelajaran muatan lokal,” jelasnya.

Heriansyah menilai pengenalan sejarah daerah menjadi penting di tengah derasnya pengaruh budaya luar dan minimnya pemahaman generasi muda terhadap sejarah lokal.

Menurutnya, Sultan AM Idris tidak hanya dikenal sebagai tokoh kerajaan, tetapi juga figur pejuang yang memiliki nilai keberanian, pengorbanan, dan semangat persatuan Nusantara.

“Beliau rela meninggalkan tahta dan keluarganya demi membantu perjuangan melawan penjajahan. Nilai seperti inilah yang ingin ditanamkan kepada generasi muda,” ujarnya.

Disdikbud Kukar berharap pembelajaran sejarah lokal tersebut mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerah sekaligus memperkuat karakter pelajar dalam menghadapi perkembangan zaman dan pembangunan daerah ke depan.

Bagikan:
Berita Terkait