Paperkaltim,id SAMARINDA – Insiden kapal tongkang yang menabrak fender pelindung Jembatan Mahakam kembali terjadi pada Minggu malam (8/3/2026). Kejadian tersebut memicu perhatian dari DPRD Kalimantan Timur karena dinilai berpotensi menimbulkan dampak luas terhadap aktivitas transportasi dan perekonomian daerah.
Wakil Ketua DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis menilai insiden serupa yang berulang tidak boleh dianggap sebagai persoalan sederhana.
Menurutnya, jembatan yang melintasi Sungai Mahakam merupakan infrastruktur vital yang menjadi penghubung utama antarwilayah di Kalimantan Timur.
Beberapa jembatan seperti Jembatan Mahakam, Jembatan Mahkota, dan Jembatan Mahulu memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi barang.
“Ini merupakan modal vital bagi Kaltim dalam mendukung transportasi penghubung sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat. Samarinda memiliki posisi penting sebagai penghubung akses antar kabupaten dan kota,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Ia mengingatkan bahwa insiden serupa pernah terjadi di Jembatan Mahulu yang mengakibatkan jembatan harus ditutup sementara untuk dilakukan uji dinamis.
Kondisi tersebut berdampak pada jalur distribusi logistik karena kendaraan harus memutar jalur lebih jauh untuk menuju kawasan pergudangan, pasar, hingga pusat distribusi bahan pokok.
Situasi itu pada akhirnya meningkatkan biaya logistik dan memperlambat proses distribusi barang.
“Jika jembatan bermasalah, dampaknya sangat luas. Distribusi logistik bisa terhambat, biaya meningkat, dan pada akhirnya berpotensi memicu kenaikan harga barang,” jelasnya.
Ananda juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas pelayaran di Sungai Mahakam agar insiden serupa tidak kembali terulang.
Ia meminta otoritas terkait seperti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Pelindo, serta instansi maritim lainnya memastikan penerapan standar operasional pelayaran berjalan dengan baik.
Menurutnya, penggunaan kapal pandu maupun kapal pengawal harus dioptimalkan untuk meningkatkan keselamatan pelayaran di sekitar jembatan.
Selain itu, ia mendorong agar penerapan sanksi yang lebih tegas diberlakukan bagi pihak yang terbukti lalai.
“Pengawasan harus diperkuat dan sistem yang ada perlu dievaluasi. Sanksi tegas juga penting agar semua pihak lebih berhati-hati sehingga kejadian serupa tidak terus terulang,” tutupnya.
