Paperkaltim.id, SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, mendesak Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk memberikan penghargaan atau insentif kepada kabupaten/kota yang berhasil mencapai Universal Health Coverage (UHC).
Menurutnya, penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen dan usaha daerah dalam meningkatkan layanan kesehatan bagi warganya.
“Ada contoh nyata dari Kota Samarinda dan Bontang yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam pengalokasian anggaran untuk layanan kesehatan. Khususnya, Kota Samarinda yang menganggarkan sekitar Rp35 miliar per tahun untuk pembiayaan BPJS gratis bagi masyarakatnya,” katanya.
“Pelayanan kesehatan yang cepat, tanpa harus menunggu hingga 14 hari, menunjukkan dedikasi mereka. Itu luar biasa dan sudah selayaknya mereka mendapat reward,” imbuh Agusriansyah.
Lebih lanjut, Agusriansyah menegaskan bahwa penghargaan atau insentif tersebut dapat berupa penambahan anggaran untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan. Hal ini mencakup penyediaan alat kesehatan yang memadai, ambulans, serta peningkatan kualitas layanan di rumah sakit daerah.
“Jika suatu daerah telah mengalokasikan anggaran yang signifikan untuk kesehatan, provinsi harus hadir untuk membantu aspek lain yang mendukung. Misalnya, jika rumah sakit memerlukan alat kesehatan atau layanan medis tambahan, pemerintah provinsi wajib memberikan dukungan nyata,” tambahnya.
Agusriansyah juga memandang bahwa keberhasilan UHC tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi, tetapi juga merupakan hasil kolaborasi yang solid antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Pendekatan kolaboratif ini, menurutnya, harus menjadi semangat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Fokus pembangunan lima tahun ke depan seharusnya lebih berpihak pada layanan dasar yang esensial, seperti kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial. Kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara. Ketika ada daerah yang telah berupaya maksimal, provinsi seharusnya tidak tinggal diam. Kita harus saling bantu demi kesejahteraan masyarakat,” tutup Agusriansyah. (*)





