Pemkab Kukar Tegaskan MTQ Jadi Sarana Mencetak Generasi Qurani, Bukan Sekadar Ajang Perlombaan

Minggu, 5 Juli 2026 02:37 WITA
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-III Kecamatan Samboja Barat.

Paperkaltim.id, KUTAI KARTANEGARA – Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di Kabupaten Kutai Kartanegara diharapkan mampu memberikan dampak lebih luas daripada sekadar melahirkan para juara. Pemerintah daerah menilai kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat syiar Islam sekaligus membentuk generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Kutai Kartanegara, dr. Aulia Rahman Basri, dalam sambutan yang dibacakan Camat Samboja Barat, Burhanuddin, saat menutup MTQ ke-III Kecamatan Samboja Barat, Sabtu (4/7/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan menyukseskan pelaksanaan MTQ, mulai dari Pemerintah Kecamatan Samboja Barat, LPTQ, pemerintah desa dan kelurahan, panitia, Dewan Hakim, aparat keamanan, tenaga kesehatan, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat.

Menurutnya, terselenggaranya MTQ menjadi bukti kuatnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga serta mengembangkan syiar Al-Qur’an di tengah kehidupan sosial.

“Kerja sama yang terjalin menunjukkan bahwa syiar Al-Qur’an tumbuh melalui semangat kebersamaan yang menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Burhanuddin saat membacakan sambutan Bupati.

Bupati juga memberikan penghargaan kepada seluruh peserta yang telah mengikuti setiap cabang perlombaan dengan penuh semangat. Ia menilai seluruh peserta telah menjadi bagian dari perjuangan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an, tanpa memandang hasil akhir perlombaan.

“Kehadiran saudara-saudara bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga menunjukkan kecintaan kepada Al-Qur’an. Semoga setiap ayat yang dibaca, dihafal, dipahami, dan diamalkan menjadi cahaya kehidupan serta membawa keberkahan bagi diri, keluarga, dan masyarakat,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Bupati mengajak masyarakat menjadikan masjid, langgar, sekolah, pesantren, majelis taklim hingga lingkungan keluarga sebagai pusat pembelajaran Al-Qur’an. Menurutnya, pembinaan sejak usia dini sangat penting agar generasi muda mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai keimanan dan akhlak.

Ia juga menyampaikan penghormatan kepada para alim ulama, guru mengaji, ustaz dan ustazah, pembina rumah tahfiz, serta seluruh pegiat pendidikan Al-Qur’an yang selama ini berperan besar dalam membentuk karakter generasi muda di Kutai Kartanegara.

Pada kesempatan tersebut, Bupati turut mengucapkan selamat kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi. Sementara bagi peserta yang belum menjadi juara, ia meminta agar tetap bersemangat dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan.

Bupati juga mengajak seluruh peserta dan pendamping menerima hasil perlombaan dengan lapang dada serta menghormati keputusan Dewan Hakim yang telah menjalankan tugas secara objektif, profesional, dan amanah.

Menutup sambutannya, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berharap MTQ terus berkembang dari tahun ke tahun, baik dari kualitas pembinaan, pelayanan penyelenggaraan, maupun partisipasi masyarakat. Dengan demikian, MTQ diharapkan mampu melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan membangun masyarakat yang religius, berakhlak mulia, dan harmonis.

Bagikan:
Berita Terkait