Paperkaltim.id, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kecamatan Tenggarong menetapkan dua fokus utama dalam pembangunan tahun 2025, yaitu peningkatan infrastruktur jalan dan penguatan ekonomi masyarakat. Langkah ini ditujukan untuk mengatasi persoalan banjir yang masih terjadi di sejumlah wilayah serta memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ekonomi lokal.
Camat Tenggarong, Sukono, mengatakan pembangunan sistem drainase dan peningkatan kualitas jalan akan menjadi prioritas utama. “Prioritas pembangunan tahun ini meliputi jalan dan sistem drainase di wilayah Tenggarong, Lapak Lambur, dan Bendang,” ujarnya. Ia menambahkan, langkah ini penting untuk mengurangi genangan air yang sering menghambat aktivitas masyarakat saat musim hujan.
Selain itu, pembangunan jalan pertanian juga menjadi perhatian penting pemerintah kecamatan. Akses jalan menuju kawasan pertanian seperti Bukit Biru ke Sumber Sari, Jalan Usaha Tani menuju Rapak Lambur, serta Maluhu ke Spontan akan terus diperbaiki. “Pembangunan jalan pertanian sangat penting untuk memperkuat konektivitas dan mendukung ketahanan pangan di wilayah Tenggarong,” jelas Sukono.
Menurut data dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, peningkatan infrastruktur di kecamatan menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar 2021–2026. Pemerintah daerah menargetkan penurunan wilayah rawan banjir sebesar 25 persen melalui optimalisasi drainase dan peningkatan jalan lingkungan.
Selain pembangunan fisik, Pemerintah Kecamatan Tenggarong juga fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program pelatihan berbasis kelompok terus digencarkan, melibatkan ibu rumah tangga, remaja, dan kelompok pemuda. Materi pelatihan mencakup pembuatan produk olahan makanan, kewirausahaan, serta pelatihan kerja seperti satuan pengamanan (satpam).
Program pemberdayaan ini dijalankan bekerja sama dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), antara lain Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan (Disnaker), serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). “Banyak ibu rumah tangga dan anak muda yang sudah mengikuti pelatihan dan mendapat sertifikat. Program ini berjalan dua kali dalam setahun,” ungkap Sukono.
Berdasarkan laporan Dinas Ketenagakerjaan Kukar, program pelatihan kerja di tingkat kecamatan terbukti meningkatkan partisipasi ekonomi masyarakat hingga 15 persen pada 2024. Langkah ini mendukung misi pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis keterampilan lokal.
Sukono berharap, pembangunan yang merata serta pelatihan yang berkelanjutan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi Tenggarong dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kami ingin agar masyarakat tidak hanya memiliki infrastruktur yang baik, tetapi juga kemampuan untuk memanfaatkannya secara produktif,” ujarnya.
(Adv/DiskominfoKukar)





