SAMARINDA – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Sabaruddin Panrecalle, mengungkapkan bahwa menerima keluhan dari masyarakat adalah bagian dari tanggung jawab moral dan amanah konstitusi yang harus dijalankan untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
Dalam pernyataannya, Sabaruddin menyoroti beberapa isu krusial yang dihadapi oleh masyarakat di Kalimantan Timur, khususnya di Balikpapan Timur, di antaranya infrastruktur jalan yang rusak, kurangnya penerangan jalan umum (PJU), terbatasnya fasilitas layanan kesehatan, serta isu pendidikan.
“Banyak keluhan yang memang sudah klasik, seperti soal infrastruktur dan pendidikan. Namun, justru ini menunjukkan bahwa masalah tersebut belum tertangani secara optimal. Oleh karena itu, kita harus terus berjuang bersama untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” tegasnya.
Sabaruddin menegaskan bahwa sebagai wakil rakyat, adalah kewajiban untuk mendengarkan dan merespons setiap keluhan masyarakat.
Dalam kesempatan ini, ia juga menyampaikan komitmennya untuk mendorong agar Balikpapan mendapatkan alokasi bantuan keuangan (benkue) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Insya Allah, kami akan perjuangkan agar benkue dari provinsi dapat menyasar langsung ke Dapil Balikpapan. Ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menjawab aspirasi masyarakat secara nyata dan bertahap,” ungkap Sabaruddin.
Menurutnya, alokasi bantuan keuangan ini diharapkan dapat digunakan untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak, meningkatkan fasilitas umum, serta memperkuat layanan kesehatan dan pendidikan di wilayahnya.
Dirinya yakin bahwa dengan kerja sama semua pihak, masalah yang ada dapat diatasi dan kualitas hidup masyarakat dapat ditingkatkan.
Sabaruddin Panrecalle mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berkontribusi dalam mencari solusi bagi setiap permasalahan yang ada, dengan harapan Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan, dapat menjadi daerah yang lebih baik dan sejahtera.
