Muhammad Darlis Pattalongi sebut Ketiadaan Tenaga SPPI Hambat Optimalisasi Layanan Dapur Gizi

Paperkaltim.id, Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Muhammad Darlis Pattalongi, menegaskan bahwa ketiadaan tenaga Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di lapangan menjadi penghambat serius bagi optimalisasi layanan dapur gizi, yang merupakan bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas nasional.

Darlis menyatakan, meskipun pemerintah telah berupaya mendorong pembangunan infrastruktur dapur gizi di berbagai daerah, pelaksanaan program itu sendiri masih menghadapi kendala signifikan dalam aspek sumber daya manusia (SDM).

“SPPI itu bukan sekadar pelengkap, mereka adalah ujung tombak dapur gizi. Mereka yang mengelola operasional, memastikan mutu layanan, dan mendokumentasikan seluruh aktivitas pelayanan,” ujarnya.

Darlis menggarisbawahi pentingnya kehadiran tenaga profesional di lapangan untuk memaksimalkan fungsi dapur gizi.

“Tentu saja, pembangunan sarana dan prasarana dapur gizi sudah dilakukan di banyak titik, namun tanpa hadirnya SDM yang memadai, fasilitas tersebut hanya akan menjadi bangunan kosong yang tidak memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Hal ini kami anggap sebagai tantangan yang harus segera diatasi,” tambahnya.

Lebih jauh, Darlis mendorong instansi terkait untuk segera menyusun rencana strategis guna mengatasi kekurangan tenaga SPPI di lapangan.

Dia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung program MBG, sehingga tujuan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat dapat tercapai.

Di akhir pernyataannya, Darlis menekankan komitmennya untuk terus memperjuangkan peningkatan SDM di sektor gizi dan kesehatan masyarakat.

“Kami akan berupaya keras agar program Makan Bergizi Gratis dapat dilaksanakan dengan optimal, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur secara menyeluruh,” tutupnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *