Makmur HAPK Kritisi Rencana Pembangunan Rumah Sakit Baru di Tanjung Redeb

Rabu, 30 Juli 2025 03:26 WITA
Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Makmur HAPK

Paperkaltim.id, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Makmur HAPK, menyampaikan kritik yang konstruktif terhadap rencana pembangunan rumah sakit baru di Kecamatan Tanjung Redeb.

Makmur menyoroti bahwa di tengah upaya untuk memperluas layanan kesehatan, RSUD dr Abdul Rivai yang terletak di kecamatan yang sama masih menghadapi masalah serius yaitu kekurangan tenaga medis, khususnya dokter.

“Pengembangan layanan kesehatan harus dilakukan dengan perencanaan yang matang dan tidak serampangan. Sebelum membangun rumah sakit baru, kita harus memastikan bahwa RSUD dr Abdul Rivai sudah memiliki cukup tenaga medis untuk melayani masyarakat,” ungkap Makmur.

Lebih lanjut, Makmur menjelaskan bahwa jika dokter dari RSUD dr Abdul Rivai dipindahkan ke rumah sakit baru, sebaiknya kedua rumah sakit tersebut dikelola sebagai satu kesatuan.

“Kalau dokter dari sini dipindahkan ke sana, ya sekalian jadikan satu kesatuan. Tapi kalau mau dua rumah sakit, ya harus maksimal dua-duanya,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Makmur juga menekankan bahwa jika niat pemerintah adalah untuk menjadikan rumah sakit baru tersebut sebagai rumah sakit tipe B, maka harus ada usaha yang konkret untuk memenuhi syarat jumlah tempat tidur yang berkisar antara 200 hingga 300 unit.

Dirinya menyampaikan bahwa pengelolaan rumah sakit tipe B bukanlah tanggung jawab kabupaten, melainkan harus dikelola oleh pemerintah provinsi agar dapat beroperasi dengan baik.

“Yang satu saja tidak cukup dokternya, apalagi mau dua rumah sakit. Saya harap ada kebijakan yang jelas dan saling mendukung agar kedua rumah sakit dapat berfungsi secara optimal,” lanjutnya.

Melalui kritik ini, Makmur HAPK berharap agar semua pihak, baik pemerintah daerah maupun pusat, dapat berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Berau.

“Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang memadai, serta terhindar dari ancaman penurunan tipe RSUD dr Abdul Rivai,” pungkasnya.

Dirinya mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengevaluasi kebutuhan tenaga medis dan fasilitas kesehatan yang ada, untuk menciptakan sistem kesehatan yang lebih baik demi kesejahteraan masyarakat.(*)

Bagikan:
Berita Terkait