Komisi III DPRD Kaltim Suarakan Keprihatinan atas Lambannya Penanganan Infrastruktur Jalan di Kawasan Terisolasi

Senin, 30 Juni 2025 05:08 WITA
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Apansyah

SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Apansyah, menyoroti lambannya penanganan sejumlah ruas jalan yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi, khususnya di kawasan terisolasi seperti Mahakam Ulu (Mahulu) dan daerah perbatasan.

Dalam pernyataannya, Apansyah menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah pelosok sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Meskipun tingkat kemantapan jalan provinsi di Kaltim tercatat cukup tinggi, masih terdapat 168 kilometer jalan yang berada dalam kondisi rusak dan belum memenuhi standar layak.

“Akses jalan yang layak merupakan fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di luar pusat kota,” ungkap Apansyah.

Dia menyatakan bahwa kondisi jalan yang tidak memadai menghambat mobilitas dan distribusi hasil pertanian serta kebutuhan pokok masyarakat.

Apansyah mendorong Pemerintah Provinsi Kaltim, di bawah kepemimpinan Gubernur, untuk memprioritaskan pembangunan jalan di seluruh pelosok daerah.

“Ini bukan semata soal infrastruktur, tetapi juga soal dampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Apansyah menggarisbawahi bahwa pemerataan pembangunan infrastruktur jalan harus menjadi prioritas dalam rencana strategis tiga tahun ke depan.

“Banyak wilayah yang hingga kini belum tersentuh pembangunan secara optimal, sehingga masyarakat masih mengalami kesulitan dalam mobilitas maupun akses terhadap kebutuhan dasar. Kami berharap ada respon yang cepat dan tepat dari pemerintah untuk menangani masalah ini,” pungkasnya.

Apansyah menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak masyarakat Kaltim, khususnya di daerah-daerah terisolasi, agar mendapatkan akses infrastruktur yang memadai demi tercapainya kesejahteraan bersama.

Bagikan:
Berita Terkait