Paperkaltim.id, SAMARINDA – Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Hasanuddin Mas’ud, menegaskan bahwa kolaborasi antar lembaga, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, merupakan kunci utama dalam mewujudkan sistem non-tunai di Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat).
Dalam upayanya untuk memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses layanan publik dengan lebih mudah, Hasanuddin Mas’ud mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dalam implementasi sistem ini.
“Untuk mencapai tujuan kita, kolaborasi antar instansi pemerintah sangatlah penting. Kami ingin memastikan bahwa setiap warga Kaltim, tanpa terkecuali, dapat merasakan kemudahan dari layanan non-tunai di Samsat. Langkah ini bukan hanya tentang efisiensi tetapi juga keadilan bagi masyarakat,” ungkap Hasanuddin sapaan akrabnya.
Lebih lanjut, Hasanuddin menjelaskan bahwa sistem non-tunai tidak hanya akan mempercepat proses pembayaran dan pengurusan dokumen, tetapi juga meminimalisir potensi penyelewengan serta korupsi.
“Kami berkomitmen untuk menjadikan Kaltim sebagai provinsi cerdas digital, dimana seluruh layanan publik mampu memberikan kemudahan, kecepatan, dan keadilan bagi seluruh masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, kata dia, target jangka panjangnya adalah menciptakan ekosistem digital yang inklusif, di mana semua warga Kaltim dapat mengakses layanan publik dengan lebih baik dan lebih efisien.
Dengan berbagai langkah strategis dan dukungan dari semua pihak, Hasanuddin optimis visi ini dapat terwujud dalam waktu dekat.
Hasanuddin mengajak semua pemangku kepentingan, termasuk swasta dan masyarakat, untuk bersama-sama mendukung transformasi digital ini.
“Mari kita bangun Kaltim menjadi provinsi cerdas yang tidak hanya memanfaatkan teknologi, tetapi juga menjadikan teknologi sebagai jembatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (*)





