Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Kejaksaan Negeri Tenggarong bersinergi menyiapkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang akan berlangsung pada 28 Agustus 2025 mendatang. Rapat final persiapan digelar pada Kamis (21/8) dengan fokus membahas teknis pelaksanaan serta dukungan Pemkab Kukar terhadap rangkaian Hari Ulang Tahun Kejari Tenggarong.
Asisten II Setkab Kukar, Ahyani Fadianur Diani, menyebut GPM kali ini rencananya dipusatkan di halaman Kantor Kejari Tenggarong, meski lokasi masih menunggu kesepakatan final.
“Ini rapat terakhir sebelum pelaksanaan GPM. Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap peringatan HUT Kejari. Harapannya bisa berjalan sukses seperti pelaksanaan sebelumnya,” ujarnya.
Menurut Ahyani, animo masyarakat selalu tinggi setiap kali GPM digelar. Pada pelaksanaan terakhir, beras SPHP Bulog hingga 2,5 ton ludes dalam sehari, disusul komoditas minyak goreng dan LPG 3 kilogram yang juga menjadi incaran utama warga.
Tahun ini, dukungan dari berbagai pihak kembali digencarkan. Pertamina menyiapkan 400–500 tabung LPG, sementara beras Bulog akan dijual dengan harga subsidi sekitar Rp11.400 per kilogram atau Rp50 ribu per karung isi 5 kilogram. BUMD juga dilibatkan untuk menekan harga kebutuhan pokok lainnya, misalnya bawang merah yang akan dipasarkan lebih murah di kisaran Rp43 ribu per kilogram.
Selain itu, kelompok wanita tani (KWT) ikut menghadirkan produk hortikultura seperti cabai dan sayur segar. “Ada empat komoditas yang kita jaga betul karena sangat berpengaruh pada inflasi, yaitu beras, minyak goreng, cabai, dan bawang. Melalui GPM, kita ingin menekan harga, menjaga inflasi, sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan dengan harga terjangkau,” tegas Ahyani.
Dengan sinergi Pemkab Kukar, Kejari Tenggarong, Bulog, Pertamina, BUMD, hingga kelompok tani, Gerakan Pangan Murah diharapkan kembali menjadi solusi nyata dalam meringankan beban warga sekaligus menjaga stabilitas pangan daerah.





