Bebaca.id, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera mengevakuasi warga terdampak gempa bumi di Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Instruksi tersebut disampaikan langsung melalui Kepala BNPB.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan arahan itu diberikan sejak pagi hari. “Tadi pagi melalui Kepala BNPB, Pak Presiden sudah langsung perintahkan seluruh aparat dan tim BNPB secepat mungkin mengevakuasi warga terdampak,” ujarnya.
Menindaklanjuti perintah tersebut, Kepala BNPB langsung bergerak ke Sulawesi Utara. Kehadiran pimpinan BNPB di lokasi untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan terkoordinasi.
Selain itu, tim reaksi cepat BNPB bersama aparat TNI dan Polri telah diterjunkan. Mereka melakukan pengecekan sekaligus evakuasi di sejumlah wilayah terdampak gempa.
“Kepala BNPB sudah menghimbau agar warga tidak beraktivitas kembali di gedung yang terdampak,” kata Teddy.
Pemerintah juga telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,6 sebelumnya mengguncang perairan Bitung pada Kamis (2/4). Peristiwa tersebut sempat memicu tsunami kecil di beberapa wilayah.
Kepala Pusat Data BNPB Abdul Muhari menyebut gelombang tsunami terdeteksi di Halmahera Barat setinggi 0,3 meter. Sementara di Bitung, ketinggian gelombang mencapai 0,2 meter.
“Meskipun relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi,” ujarnya.
BNPB mengimbau masyarakat pesisir untuk tetap menjauhi pantai. Warga juga diminta tidak kembali ke area rawan sebelum ada pernyataan resmi aman dari pemerintah.





