DPRD Kaltim Ingatkan Pentingnya Kesiapsiagaan dan Evaluasi di Fasilitas Publik

Sabtu, 16 Agustus 2025 02:25 WITA
Foto : Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Sarkowi V Zahry.

Paperkaltim.id, SAMARINDA – Musibah Kebakaran kembali terjadi di bangunan/fasilitas publik yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Wahab Syahrani (AWS) Samarinda, pada Selasa dini hari, 29 Juli 2025, pukul 02.30 WITA.

Untuk itu, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Sarkowi V Zahry, melakukan peninjauan ke lokasi kebakaran tersebut yang tepatnya terjadi di ruangan pertemuan fisioterapi anak lantai 2 Poliklinik RSUD AWS, pada Rabu (30/07/2025).

Sarkowi, menegaskan pentingnya menanggapi serius insiden kebakaran yang terjadi di RSUD AWS meskipun dampaknya terbatas pada satu ruangan.

Hanya satu ruangan, tapi itu tidak boleh kita abaikan.” katanya.

Sarkowi menekankan bahwa kecepatan dan kesiapan dalam penanganan kebakaran sangatlah penting untuk mencegah meluasnya insiden tersebut.

Kita harus benar-benar memperhatikan kenapa kebakaran itu bisa terjadi dan bagaimana antisipasi supaya tidak terulang lagi,” tambahnya.

Dalam perbandingannya, Sarkowi mengaitkan kejadian ini dengan kebakaran yang sering terjadi di pusat perbelanjaan besar (mall) yang umumnya disebabkan oleh kurangnya pengawasan dan perawatan terhadap fasilitas.

Dia menegaskan pentingnya pemeriksaan rutin terhadap jaringan listrik serta sistem pengamanan kebakaran di semua bangunan pemerintah dan fasilitas umum.

Bangunan pemerintah, terutama yang memberikan pelayanan publik, harus rutin dicek jaringan listriknya dan pengamanan kebakaran harus diperhatikan,” tegasnya.

Sarkowi juga memberikan apresiasi kepada petugas keamanan RSUD AWS yang cepat merespons dengan mengaktifkan red code dan unit pemadam kebakaran yang berhasil menjinakkan api dalam waktu sekitar 15 menit.

Ini menunjukkan rumah sakit sudah punya prosedur tanggap darurat yang baik,” ujarnya.

Namun, Politisi dari daerah pemilihan Kutai Kartanegara (Kukar) ini mengingatkan bahwa evaluasi dan peningkatan kesiapsiagaan harus menjadi perhatian bersama di semua gedung pemerintahan di Kalimantan Timur.

Kalau alat masih kurang, harus dilengkapi secara bertahap, dan sumber daya manusia di kantor-kantor harus mendapat pelatihan penanganan bencana,” kata dia.

Sarkowi juga berharap agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dapat melaksanakaan pelatihan bagi relawan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain, sehingga mereka memiliki kemampuan praktis dalam menangani kebakaran dan bencana lainnya.

Jangan hanya urusan BPBD dan Pemadam Kebakaran saja. Setiap OPD harus punya orang yang paham dan siap tangani bencana di lingkungan kerjanya,” ujarnya.

Selain itu, Sarkowi mengingatkan pentingnya pengawasan ketat di rumah sakit termasuk sistem CCTV dan fasilitas keselamatan lainnya. Ia menyoroti peristiwa lain yang menghebohkan terkait kasus kematian pasien akibat kurangnya pengawasan.

Kemarin saya ingatkan di rapat kerja, bagaimana bisa orang gantung diri tapi kita tidak tahu? Kan ada proses sebelum itu terjadi, harusnya bisa ketahuan kalau pengawasannya ketat,” jelasnya.

Di akhir, Sarkowi berharap kejadian kebakaran di RSUD AWS menjadi pelajaran berharga bagi pihak rumah sakit dan instansi pemerintah lainnya untuk mencegah insiden serupa di masa depan.

Semoga ini jadi pelajaran penting dalam memperkuat SOP dan kesiapsiagaan di semua institusi,” tutupnya. (*)

Bagikan:
Berita Terkait