Balikpapan – Persiapan PDI Perjuangan Kalimantan Timur menghadapi kontestasi politik 2029 semakin menguat setelah rangkaian Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) resmi berakhir pada Senin (8/12/25). Forum ini menjadi ruang penting bagi partai untuk meninjau ulang kekuatan internal. Melalui kegiatan tersebut, DPP PDI Perjuangan menetapkan struktur DPD dan DPC Kaltim periode 2025–2029.
Penegasan arah baru kepengurusan kembali diberikan kepada Safaruddin yang kembali dipercaya memimpin DPD PDI Perjuangan Kaltim. Ia memaparkan bahwa kegiatan Konferda–Konfercab tidak sekadar agenda rutin organisasi. Menurutnya, forum ini justru menjadi momen konsolidasi yang tidak boleh terlewatkan oleh seluruh kader.
Dalam penyampaiannya, Safaruddin mengingatkan bahwa proses pemilihan kepengurusan hanya satu bagian dari tujuan utama kegiatan tersebut. “Konferda-Konfercab ini pertama untuk memilih ketua DPD dan DPC beserta jajaran pengurusnya. Yang terpenting adalah momentum konsolidasi partai melakukan evaluasi kinerja selama lima tahun: apa yang sudah dicapai dan apa kekurangan yang selama ini kita rasakan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penyusunan program kerja baru yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Penjabaran tersebut menyoroti arah prioritas partai dalam menghadapi periode politik mendatang. Safaruddin menyatakan bahwa pemetaan isu kesejahteraan menjadi sorotan utama dalam proses perumusan.
“Kita merumuskan program-program untuk target 2029 dengan melakukan pemetaan terkait program yang memang menyentuh rakyat, masyarakat kecil, dan kemiskinan ekstrem. Program ke depan harus bercermin pada perkembangan situasi dan kondisi politik,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa setiap agenda partai harus memungkinkan kehadiran nyata di tengah masyarakat kecil.
Target pencapaian legislatif dan eksekutif pada 2029 juga disinggung sebagai prioritas besar yang ingin didorong partai. Struktur kepengurusan baru disebut sebagai modal penting untuk memperkuat langkah tersebut. Keyakinan itu disampaikan langsung oleh Safaruddin mengenai peta politik yang ingin diwujudkan.
“Untuk target khusus 2029, kita berharap ada peningkatan. Daerah-daerah yang sudah bagus seperti Kutai Kartanegara harus kita pertahankan. Untuk tingkat provinsi, kita menargetkan dapat merebut posisi Ketua DPRD,” tegasnya. Ia optimistis kepengurusan yang telah disahkan akan mampu memperkuat pergerakan politik partai.
Selain itu, dinamika politik yang terjadi di lapangan juga mendapat perhatian dari Safaruddin, terutama fenomena kader yang berpindah ke partai lain. Situasi tersebut dianggap sebagai bagian dari proses politik yang terus berubah. Dengan santai, ia memberikan respons atas kondisi tersebut.
“Itu kan pilihan politik masing-masing. Semua partai berusaha meningkatkan elektabilitasnya dan suaranya. Itu biasa dalam politik,” ujarnya singkat. Ia menilai bahwa perubahan haluan politik merupakan sesuatu yang wajar dalam sistem demokrasi.
Dengan selesainya penetapan struktur kepengurusan serta perumusan arah kerja jangka panjang, PDI Perjuangan Kaltim memastikan mesin politiknya siap bergerak lebih cepat. Partai menegaskan akan memperkuat basis massa di berbagai daerah. Langkah ini sekaligus menjadi strategi untuk memperluas pengaruh elektoral menjelang kompetisi politik 2029.





