Desa Segihan Genjot Ekonomi Lewat BUMDes dan Koperasi Pertama di Sebulu

Senin, 19 Mei 2025 02:38 WITA

Paperkaltim.id, Kutai Kartanegara – Pemerintah Desa Segihan di Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara, terus memperkuat sektor ekonomi desa dengan strategi baru yang berfokus pada kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu langkah konkret yang kini dilakukan adalah pengembangan unit usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta pembentukan koperasi desa pertama di wilayah tersebut.

Kepala Desa Segihan, Hendra Wahyudi, menyebut sejumlah unit usaha baru sedang disiapkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat desa. “BUMDes akan mengelola usaha penyediaan sarana produksi pertanian, jasa angkutan, hingga penyewaan perlengkapan acara seperti tenda dan kursi,” ujarnya, Minggu (18/5/2025).

Hendra menambahkan, unit usaha yang difokuskan pada pembelian gabah dari petani juga sedang dirancang agar hasil panen warga dapat terserap langsung di tingkat lokal. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap tengkulak dan meningkatkan harga jual hasil pertanian. “Kami ingin petani memperoleh keuntungan yang layak dan merasa hasil jerih payah mereka dihargai,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara, BUMDes Segihan sudah aktif sejak 2018 dan pernah menerima dukungan dana sebesar Rp50 juta dari Kementerian Desa untuk pengembangan usaha penyewaan perlengkapan acara. Usaha ini terbukti menjadi sumber pendapatan utama desa selama beberapa tahun terakhir.

Menurut laman resmi DPMD Kukar, penguatan BUMDes menjadi bagian dari program prioritas daerah untuk menciptakan ekonomi mandiri berbasis potensi lokal. Saat ini, lebih dari 160 BUMDes di Kukar telah aktif menjalankan berbagai unit usaha, mulai dari perdagangan, jasa, hingga pengolahan hasil pertanian.

Selain memperluas unit usaha, Pemerintah Desa Segihan juga tengah menyiapkan pembentukan koperasi yang diberi nama Koperasi Merah Putih. Koperasi ini akan menjadi yang pertama di Kecamatan Sebulu dan diharapkan menjadi pilar ekonomi desa yang mampu memperkuat sistem keuangan mikro di tingkat lokal.

“Koperasi ini dibentuk atas arahan Dinas Koperasi dan Kementerian terkait. Fungsinya bukan hanya untuk simpan pinjam, tetapi juga untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat agar lebih terarah,” jelas Hendra.

Ia menegaskan, keberadaan koperasi dan BUMDes akan saling melengkapi. BUMDes berperan sebagai pelaksana usaha, sedangkan koperasi menjadi wadah penguatan modal dan pemberdayaan masyarakat. Dengan sinergi tersebut, Desa Segihan diharapkan menjadi contoh bagi desa lain dalam mengembangkan ekonomi berbasis kolaborasi lokal.

Program ini juga sejalan dengan visi Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah melalui gerakan Kukar Idaman yang menekankan pentingnya inovasi, digitalisasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan. Upaya Desa Segihan membangun BUMDes dan koperasi menjadi langkah nyata menuju desa mandiri dan berdaya saing.

(Adv/DiskominfoKukar)

Bagikan:
Berita Terkait