Damayanti: Angka Stunting di Kaltim Masih Menjadi Perhatian Serius

Selasa, 1 Juli 2025 03:41 WITA
Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Damayanti

SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Damayanti, menekankan bahwa angka stunting di wilayahnya masih menjadi perhatian serius dan memerlukan upaya lebih lanjut untuk menekan prevalensinya.

Penanganan stunting harus dilakukan secara komprehensif, meliputi tidak hanya intervensi gizi, tetapi juga peningkatan kesadaran masyarakat serta penguatan layanan kesehatan dasar.

“Stunting bukan hanya masalah gizi, tetapi juga menyangkut kesadaran dan keterlibatan semua elemen masyarakat. Peran aktif orang tua sangat penting dalam pencegahan stunting. Kami mendorong agar anak-anak dibawa ke posyandu secara rutin. Ini adalah langkah kunci untuk memastikan pemantauan pertumbuhan yang baik dan untuk mendapatkan intervensi dini bila ditemukan indikasi stunting,” ujar Damayanti.

Ia juga menyatakan bahwa DPRD Kaltim berkomitmen untuk memperkuat dukungan kebijakan yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak, termasuk pengalokasian anggaran yang memadai.

Walaupun angka stunting di Kaltim menunjukkan tren penurunan, tantangan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan memastikan akses layanan kesehatan yang merata masih perlu diatasi.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di Kaltim mendapatkan haknya untuk tumbuh sehat dan kuat. DPRD Kaltim akan terus mengawal kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam penanganan stunting,” tegasnya.

Damayanti juga mengungkapkan keyakinannya bahwa dengan terus mendorong sinergitas antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat, Kaltim dapat mencapai target penurunan stunting hingga 14 persen pada tahun 2025.

“Kami optimis bahwa dengan kolaborasi yang baik, kita dapat mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Kaltim,” tutup Damayanti.

Bagikan:
Berita Terkait