Paperkaltim.id, SAMARINDA – Dalam upaya mewujudkan pemerataan dan keberlanjutan pendidikan serta kesehatan di Kalimantan Timur, program Gratispol menjadi sorotan penting dalam pembahasan Ranperda RPJMD.
Wakil Ketua Pansus Pembahas Ranperda RPJMD, Agusriansyah Ridwan, menekankan kebutuhan untuk mengimplementasikan pendekatan yang berkeadilan agar semua lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat dari kebijakan ini.
“Kebijakan ini harus bisa memberikan pemerataan dan keberlanjutan, serta memperhatikan kondisi daerah-daerah tertinggal,” ujar Agusriansyah Ridwan.
Dia menjelaskan bahwa akses pendidikan merupakan hak dasar yang harus dipenuhi, terutama bagi siswa-siswa yang tinggal di wilayah terpencil.
Sebagai contoh konkret dari program Gratispol pendidikan, Agusriansyah menyoroti pentingnya menyediakan pola yang lebih komprehensif, seperti boarding school atau asrama bagi siswa dari daerah yang jauh.
“Dengan adanya asrama bagi siswa dari wilayah terpencil, akses pendidikan mereka tidak akan terhambat oleh jarak,” tambahnya.
Agusriansyah Ridwan juga menggarisbawahi pentingnya dukungan dari semua pihak, serta sinergi antar dinas dalam upaya pelaksanaan program-program unggulan ini.
Dia berharap sejumlah inisiatif yang diusung dalam program Gratispol dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat Kaltim.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap orang, terlepas dari lokasi geografis mereka, mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang. Melalui kolaborasi dan komitmen yang kuat, kita dapat mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di wilayah ini,” tutup Agusriansyah.
Dengan demikian, program Gratispol diharapkan tidak hanya menjadi langkah awal dalam memperbaiki akses pendidikan dan kesehatan, tetapi juga sebagai jembatan menuju masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat Kalimantan Timur.(*)





