Api Lahap 4 Rumah di Timbau, Petugas Kesulitan Dapat Pasokan Air

Sabtu, 8 Agustus 2026 10:05 WITA
Kebakaran melanda kawasan permukiman padat di Gang 9, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 01.30 WITA.

Paperkaltim.id, TENGGARONG – Kobaran api melanda permukiman padat di Gang 9, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 01.30 WITA. Sedikitnya empat rumah terbakar, sementara tiga bangunan lainnya ikut terdampak.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kepanikan sempat terjadi di tengah warga. Beberapa orang dilaporkan lemas hingga pingsan setelah melihat kobaran api yang membesar di kawasan permukiman.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, mengatakan kondisi Sungai Mahakam yang sedang surut menjadi salah satu hambatan utama dalam proses pemadaman.

“Kesulitan kita memang, tadi saya merasakan sekali suplai kita sempat macet. Pasokan air dari Mahakam surut jauh ke bawah, termasuk angin juga kencang. Air kami tidak maksimal sampai ke titik, jadi hanya bisa melakukan blocking,” ujar Fida.

Kondisi cuaca juga membuat situasi semakin sulit. Musim kemarau yang disertai lingkungan kering dan angin kencang membuat api berpotensi cepat membesar serta merambat ke bangunan di sekitarnya.

“Jangan menganggap remeh musim kemarau dengan tipikal berangin dan air surut,” tegasnya.

Selain keterbatasan air, petugas menghadapi persoalan akses menuju lokasi. Rumah yang terbakar berada di bagian dalam kawasan permukiman dan cukup jauh dari jalan utama. Kondisi jalan yang sempit membuat kendaraan pemadam tidak dapat langsung mendekati titik kebakaran.

“Pada intinya kegiatan ini termasuk yang agak sulit, karena kedalaman jarak aksesnya. Kebakarannya tidak terjadi di pinggir jalan, tetapi agak ke belakang. Sebenarnya ada akses yang strategis di tengah-tengah, tetapi unit kita tidak bisa masuk,” jelas Fida.

Untuk mengendalikan kobaran api, sekitar delapan unit armada pemadam dikerahkan. Satu unit tetap disiagakan di kawasan Jalan Patimura, sedangkan armada lainnya diarahkan menuju lokasi kejadian.

“Kalau kami semua turun, kurang lebih ada delapan unit. Ada delapan unit, satu stay di Patimura tadi,” katanya.

Proses pemadaman dan pengendalian api berlangsung sekitar satu jam. Petugas menggunakan sejumlah strategi, termasuk melakukan blocking untuk mencegah api merambat ke bangunan lain di kawasan yang cukup padat.

“Pemadaman kurang lebih satu jam,” ujar Fida.

Meski kobaran api cukup besar, tidak ada laporan korban meninggal dunia. Sekitar tiga warga sempat mengalami kondisi lemas atau pingsan dan harus dibantu warga lainnya. Kondisi mereka disebut tidak mengkhawatirkan.

“Korban juga tidak ada. Tadi ada yang pingsan, mungkin karena kaget. Ada sekitar tiga orang yang sempat dipapah, tetapi kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan,” ungkapnya.

Bangunan yang terdampak terdiri atas rumah berbahan kayu dan beton. Rumah kayu mengalami kerusakan paling parah hingga hangus terbakar, sedangkan bangunan beton yang terdampak mengalami kerusakan pada sejumlah bagian, termasuk atap.

Hingga proses penanganan selesai, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Petugas pemadam tiba ketika api sudah cukup besar sehingga penyelidikan mengenai sumber awal api diserahkan kepada pihak berwenang.

“Dugaan sementara belum bisa dipastikan. Pak RT juga belum berani memastikan. Kami datang sudah melihat api cukup besar. Biarkan petugas yang berwajib melakukan olah TKP dan nanti seperti apa hasilnya,” jelas Fida.

Fida mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Kondisi kering, angin kencang, serta debit Sungai Mahakam yang menurun tidak hanya meningkatkan potensi kebakaran, tetapi juga dapat menyulitkan petugas saat melakukan pemadaman.

“Berhati-hati, sangat harus berhati-hati. Jangan pernah lalai. Kondisi kering membuat segala sesuatu mudah tersulut dan mudah terbakar. Jadi perhatian harus ditingkatkan,” pungkasnya.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, lebih dari 50 personel ikut dikerahkan, termasuk personel di luar jadwal piket dan relawan. Tiga komandan peleton juga turut membantu proses pemadaman hingga kondisi di lokasi dinyatakan aman.

Bagikan:
Berita Terkait