Paperkaltim.id, JAKARTA – Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Erupsi terjadi pada Minggu (12/7/2026) malam dengan letusan yang disertai semburan lava pijar.
Dilansir dari Antara, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang, Vieko Rompas, mengatakan letusan eksplosif kecil terjadi di Kawah II sekitar pukul 19.20 WITA.
“Gunung api tersebut mengalami letusan eksplosif kecil di Kawah II pada Minggu (12/7) sekitar pukul 19.20 WITA,” kata Vieko dalam keterangannya.
Berdasarkan hasil pemantauan, letusan tersebut memuntahkan lava pijar dengan tinggi sekitar 400 meter. Material pijar juga teramati meluncur sejauh kurang lebih 700 meter ke arah barat laut dari puncak gunung.
Petugas pengamatan gunung api hingga kini masih melakukan pemantauan secara intensif untuk mengamati perkembangan aktivitas vulkanik yang terjadi.
“Saat ini, kami masih terus memantau perkembangan situasi secara intensif,” ujarnya.
Seiring meningkatnya aktivitas Gunung Karangetang, masyarakat yang tinggal di sekitar lereng gunung diminta meningkatkan kewaspadaan. Warga diimbau tidak mendekati kawasan rawan serta mengikuti arahan petugas apabila terjadi peningkatan aktivitas lebih lanjut.
“Warga yang bermukim di sekitar lereng gunung diminta tetap waspada terhadap kemungkinan guguran lava maupun potensi bahaya lainnya, serta segera mengikuti arahan petugas apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik,” ungkap Vieko.
Meski terjadi erupsi, status aktivitas Gunung Karangetang hingga saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Pos Pengamatan Gunung Api bersama pemerintah daerah dan instansi terkait terus melakukan pengawasan guna mengantisipasi kemungkinan perkembangan aktivitas gunung.
Pihak pengamatan gunung api juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta terus mengikuti informasi resmi dari otoritas berwenang mengenai perkembangan aktivitas Gunung Karangetang.





