Maulid Barzanji Warnai Erau 2025, Bupati Kukar Hadiri Silaturahmi di Keraton

Jumat, 26 September 2025 10:32 WITA
dihadiri Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Aji Muhammad Arifin, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Barsi bersama istri, dan perwakilan Forkopimda Kukar.

Suasana khidmat menyelimuti Keraton Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Kamis (25/9) malam. Dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2025 bertema “Menjaga Marwah Peradaban Nusantara”, pembacaan Maulid Barzanji digelar di ruang bawah Keraton atau Museum Mulawarman, dihadiri langsung Sultan Aji Muhammad Arifin, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Barsi bersama istri, serta jajaran Forkopimda.

Acara turut dihadiri kerabat kesultanan, pejabat OPD Pemkab Kukar, camat, lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat, majelis taklim, hingga masyarakat umum.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Ahmad Sholihin, dilanjutkan pembacaan Barzanji yang dipimpin Ustadz Muhammad Jahidi. Suasana semakin meriah dengan penampilan Hadrah Al Fattah Tenggarong yang membawakan kesenian Rudat, diiringi shalawat dan musik hadrah.

Ceramah hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW disampaikan Ustadz Tomo, Da’i TPI asal Kukar, sekaligus memimpin doa penutup. Acara ditutup dengan silaturahmi bersama Sultan, diawali oleh Bupati Kukar dan para tamu undangan.

Pangeran Notonogoro, mewakili Sultan Kutai, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir. Ia menegaskan tradisi pembacaan Barzanji dalam Erau merupakan warisan leluhur sejak peralihan kerajaan Hindu menjadi kerajaan Islam di Kutai.

Bupati Aulia Rahman menambahkan, tradisi ini tidak hanya bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga simbol perjalanan sejarah Kutai Kartanegara. Ia juga menekankan pentingnya melestarikan kesenian Rudat sebagai bagian dari identitas budaya Islam di daerah.

“Rudat memberi khasanah keislaman yang luar biasa. Kami berharap anak-anak muda Kukar bisa mencintai dan melestarikan kesenian ini,” ungkapnya.

Acara Barzanji di Keraton ini kembali meneguhkan posisi Erau bukan sekadar pesta adat, tetapi juga sarana menjaga tradisi Islam yang telah mengakar kuat di Kutai Kartanegara.

Bagikan:
Berita Terkait