SAMARINDA – Kota Tepian melangkah lebih jauh menuju era digital. Sebanyak 59 lurah mengikuti pelatihan Government Transformation Academy (GTA) dengan tema “Penerapan Teknologi AI Kota Samarinda” yang digelar 15–18 September 2025. Kegiatan berlangsung di Hotel Ibis Samarinda dan diinisiasi Pemkot Samarinda bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui BPSDMP Banjarmasin.
Pelatihan ini menjadi bagian dari roadmap AI Powered City, program ambisius Samarinda yang sejak awal melibatkan pakar teknologi skala internasional, Ainun Najib. Dalam kesempatan itu, Sekretaris Diskominfo Samarinda, Suparmin, menguraikan bahwa seluruh data dikelola secara lokal lewat pusat data pemkot (on premise) untuk memastikan keamanan informasi.
Menurut Suparmin, teknologi Samarinda AI sudah hadir dalam dua bentuk:
- Fitur chat untuk pejabat pemerintah yang terhubung dengan mesin utama berbasis AWS Bedrock.
- Dashboard eksekutif untuk kebutuhan analisis dan perencanaan pimpinan.
“Ke depan, targetnya tahun depan kami buat open LLM agar masyarakat juga bisa merasakan langsung manfaat AI. Misalnya, chatbot perizinan di Mal Pelayanan Publik,” jelasnya.
Lebih jauh, lurah-lurah dilatih mengenali use case AI, mulai dari membuat teks pidato, dokumen perencanaan, hingga analisis program Pro Bebaya agar selaras dengan visi misi pimpinan. “AI bisa jadi asisten personal lurah, mempercepat kerja tanpa harus menunggu staf,” tambahnya.
Setelah pelatihan lurah, program akan diperluas ke camat hingga perangkat daerah lain. Walikota Andi Harun bahkan meresmikan peluncuran Samarinda.AI dengan pantun buatan mesin AI bersama Ainun Najib. Langkah ini diharapkan mengokohkan Samarinda sebagai pelopor kota berbasis kecerdasan buatan pertama di Indonesia.





