Yonavia: Ketimpangan Akses Pendidikan di Kaltim Memerlukan Perhatian Serius

Paperkaltim.id, SAMARINDA – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Yonavia, menyampaikan keprihatinannya mengenai ketimpangan akses pendidikan yang terjadi terutama di wilayah pedalaman dan pesisir.

Dalam pernyataannya, Yonavia menegaskan bahwa permasalahan ini merupakan isu kompleks yang diakibatkan oleh berbagai faktor, seperti infrastruktur yang tidak memadai, kurangnya tenaga pendidik berkualitas, serta kendala ekonomi dan sosial yang dihadapi masyarakat.

“Ketimpangan akses pendidikan ini telah berdampak serius pada kualitas pendidikan di Kaltim. Banyak anak-anak di daerah pedalaman dan pesisir yang tidak mendapatkan pendidikan yang layak, yang seharusnya menjadi hak mereka. Hal ini berkontribusi pada rendahnya tingkat literasi dan numerasi, serta memperparah siklus kemiskinan di daerah tersebut,” ungkap Yonavia, legislator dari Fraksi Partai PDI Perjuangan.

Dirinya menyebutkan beberapa poin penting yang perlu menjadi perhatian dalam masalah ketimpangan akses pendidikan di daerah pedalaman dan pesisir:

  1. Infrastruktur Pendidikan yang Tidak Memadai: Banyak sekolah yang tidak memiliki sarana dan prasarana yang memadai, seperti ruang kelas yang layak, fasilitas kesehatan, dan perlengkapan belajar yang cukup.
  2. Kekurangan Tenaga Pendidik Berkualitas: Kurangnya guru yang memiliki kualifikasi dan kompetensi yang baik menyebabkan standar pendidikan di wilayah tersebut jauh di bawah rata-rata. Pelatihan dan pengembangan profesional bagi tenaga pendidik juga perlu ditingkatkan.
  3. Kendala Ekonomi dan Sosial: Banyak orang tua di wilayah pedalaman dan pesisir yang mengalami kesulitan ekonomi, sehingga anak-anak mereka tidak dapat melanjutkan pendidikan. Pendidikan sering kali dianggap sebagai beban finansial yang tidak bisa dipenuhi.
  4. Akses Teknologi dan Internet yang Terbatas: Dalam era digital saat ini, akses terhadap teknologi dan internet sangat penting untuk mendukung pembelajaran. Namun, keterbatasan infrastruktur jaringan membuat banyak siswa di daerah tersebut kesulitan mengakses informasi dan materi pembelajaran secara online.

Yonavia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam menangani permasalahan ini.

“Kami perlu menggerakkan semua pihak untuk bersama-sama menciptakan solusi yang tepat. Investasi dalam pendidikan, khususnya di daerah pedalaman dan pesisir, adalah investasi untuk masa depan Kaltim yang lebih baik,” tambahnya.

Untuk itu dalam hal ini, pihaknya berkomitmen untuk terus memperjuangkan peningkatan akses dan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

“Melalui perhatian dan tindakan nyata, diharapkan ketimpangan akses pendidikan dapat diminimalisir demi menciptakan generasi yang lebih siap dan berdaya saing,” pungkas Yonavia.(*)

Adv/DPRDKaltim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *