Paperkaltim.id – Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) memutuskan menanggung sepenuhnya biaya akomodasi wisatawan yang terdampar di Dubai akibat penutupan wilayah udara. Kebijakan tersebut diumumkan setelah seluruh penerbangan dari dan menuju UEA dibatalkan maupun dijadwalkan ulang. Situasi ini dipicu oleh serangan Iran terhadap negara-negara pendukung Amerika Serikat dan Israel, termasuk UEA. Dampaknya, banyak pengunjung terpaksa memperpanjang masa tinggal mereka di Dubai.
Melalui pernyataan resmi pada Minggu (1/3), Otoritas Penerbangan Sipil Umum UEA (GCAA) memastikan pemerintah akan menanggung biaya jamuan dan penginapan. Kebijakan itu berlaku selama kondisi darurat masih berlangsung. Ribuan penumpang yang terdampak dijamin memperoleh fasilitas akomodasi sementara. Langkah ini diambil guna meminimalkan beban wisatawan yang tertahan akibat gangguan operasional penerbangan.
Dalam beberapa hari terakhir, maskapai nasional seperti Emirates dan Etihad Airways bersama Bandara Internasional Dubai (DXB) menangani lebih dari 20.000 penumpang terdampak. Laporan The Economic Times menyebutkan jumlah tersebut terus bertambah seiring penjadwalan ulang penerbangan. Para pelancong kini ditempatkan di fasilitas yang telah disiapkan pemerintah. Selain kamar penginapan, makanan dan minuman juga disediakan bagi mereka.
Otoritas UEA menegaskan koordinasi antara bandara dan maskapai terus dilakukan secara intensif. Pemantauan status penerbangan dijalankan untuk memastikan operasional dapat kembali normal begitu situasi memungkinkan. Penjadwalan ulang layanan dilakukan sesuai rencana operasional yang telah disetujui. Pemerintah berharap pemulihan berjalan aman dan tertib.
Sementara itu, maskapai Emirates mengumumkan penghentian sementara seluruh penerbangan ke dan dari Dubai hingga Senin (2/3). Dalam pernyataan resminya, disebutkan, “Karena adanya beberapa penutupan wilayah udara di kawasan, Emirates untuk sementara menangguhkan operasional ke dan dari Dubai.” Maskapai tersebut juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan yang terdampak gangguan tersebut.
Lebih lanjut, Emirates menyatakan, “Kami meminta maaf kepada pelanggan yang terdampak gangguan ini atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan, dan kami membantu mereka dengan proses pemesanan ulang, pengembalian dana, atau pengaturan perjalanan alternatif.” Maskapai itu menegaskan komitmennya terhadap keselamatan penerbangan. “Keselamatan dan keamanan penumpang serta awak kami tetap menjadi prioritas tertinggi kami,” pungkas pernyataan tersebut.
Di sisi lain, GCAA kembali mengimbau seluruh penumpang agar mengikuti pembaruan resmi melalui saluran yang telah disetujui. Penumpang juga diminta menghubungi maskapai masing-masing untuk memperoleh informasi terbaru. Langkah ini penting guna menghindari kesimpangsiuran informasi selama situasi darurat berlangsung. Pemerintah UEA memastikan seluruh kebijakan diambil demi menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang.
