Rp5,7 Miliar Digelontorkan PT BUMA untuk Latih Operator Lokal di Kukar

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan (Distransnaker) bersama PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) resmi menutup kegiatan Pelatihan Basic Operator Batch 2, yang menjadi bagian dari program unggulan “Kukar Siap Kerja”, Selasa (4/11/2025) di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong.

Penutupan kegiatan tersebut dilakukan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, mewakili Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri.

Dalam sambutan tertulisnya, Bupati Aulia Rahman menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Distransnaker Kukar dan PT BUMA atas komitmen dan kontribusinya dalam peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Kabupaten Kutai Kartanegara dan PT BUMA yang telah bekerja sama menyelenggarakan program pelatihan ini. Saya berharap kerja sama seperti ini tidak berhenti di sini, tapi terus berkelanjutan,” tulis Bupati Aulia.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada PT Bisa Ruang Nuswantara (BIRU) yang turut memfasilitasi pelaksanaan kegiatan pelatihan tersebut.

Menurut Aulia, program Kukar Siap Kerja merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah untuk menghadirkan keberpihakan terhadap para pencari kerja di Kutai Kartanegara.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, keterampilan, dan daya saing tenaga kerja lokal agar bisa terserap langsung di dunia industri, khususnya di sektor pertambangan dan energi dua sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi Kukar.

“Pemerintah daerah menyadari bahwa keterbatasan itu nyata. Karena itu, sudah saatnya kita mengedepankan kerja kolaboratif, bukan kerja kompetitif yang hanya menonjolkan ego masing-masing pihak,” tegas Aulia.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada PT BUMA yang telah memberikan dukungan pendanaan sebesar Rp5,7 miliar untuk penyelenggaraan pelatihan. Dana tersebut digunakan untuk penyediaan sarana dan prasarana, fasilitas pelatihan, hingga kesejahteraan peserta.

“Kontribusi ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing,” tambahnya.

Kepada 30 peserta pelatihan yang telah menuntaskan program ini, Bupati Aulia berpesan agar seluruh ilmu dan keterampilan yang diperoleh benar-benar dimanfaatkan.

“Pelatihan ini bukan hanya membekali kemampuan teknis, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, etika, dan tanggung jawab. Gunakan semua itu untuk membangun masa depan yang lebih baik,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Distransnaker Kukar, Lukman, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Distransnaker, PT BUMA, dan PT BIRU yang telah dituangkan dalam perjanjian kerja sama sejak 2023, dan diperbarui pada 2024 melalui adendum.

“Pelatihan ini diikuti 30 peserta asal Kutai Kartanegara. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di sektor industri pertambangan,” jelas Lukman.

Melalui program ini, tenaga kerja asal Kukar diharapkan tidak hanya memperoleh sertifikasi kompetensi, tetapi juga memiliki mental profesional dan kesiapan kerja tinggi untuk bersaing di dunia industri, baik di perusahaan mitra seperti PT BUMA maupun sektor lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *