Rakor TPPS Kukar Bahas Evaluasi dan Strategi Baru Turunkan Stunting 2025

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting di Pendopo Odah Etam pada Kamis (11/12). Forum ini dibuka langsung oleh Bupati Kukar dr Aulia Rahman Basri bersama unsur pimpinan daerah lainnya. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh DP2KB Kukar sebagai upaya memperkuat strategi percepatan penurunan stunting di seluruh wilayah.

Acara ini dihadiri Wakil Bupati H Rendi Solihin, Sekda Kukar DR H Sunggono, serta Plt DP2KB Dafip Haryanto. Para camat se-Kukar, unsur Muspida, TP-PKK, hingga organisasi profesi kesehatan turut melengkapi daftar peserta. Sebanyak 100 orang hadir secara langsung dan 500 lainnya mengikuti secara daring.

Ketua panitia pelaksana Dafip Haryanto dalam laporannya menjelaskan tujuan utama rakor ini. Ia menyebut kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mereview capaian program penurunan stunting di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa. “Maksud dan tujuan pelaksanaan rakor TPPS Kabupaten Kukar Tahun 2025 adalah untuk mereview pelaksanaan percepatan penurunan stunting tingkat kabupaten, kecamatan dan desa,” ujarnya.

Dafip juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor demi efektivitas program penurunan stunting. Menurutnya, sinergi yang kuat diharapkan mampu menghasilkan strategi bersama yang lebih terarah. Ia mengatakan, “Adanya rumusan strategis dan komitmen bersama dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting.”

Dalam sambutannya, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri memaparkan kondisi stunting secara nasional dan daerah. Ia menyebut bahwa Indonesia telah mengalami penurunan signifikan, sementara Kukar berhasil mencatat prevalensi terendah di Kalimantan Timur. “Kutai Kartanegara sendiri memiliki prevalensi stunting terendah yaitu 14,2% (2024),” tegasnya.

Aulia mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut tidak hadir begitu saja tanpa kerja bersama. Ia menekankan perlunya menjaga konsistensi agar tren penurunan tetap berlanjut. Menurutnya, pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi menjadi kewajiban seluruh masyarakat.

Ia juga menyinggung tantangan lain, terutama wilayah dengan angka stunting masih tinggi. Untuk itu, ia meminta seluruh camat mengoptimalkan perannya dalam intervensi spesifik dan sensitif. Aulia menambahkan bahwa TPK di lapangan harus diperkuat karena mereka berperan langsung melakukan pendampingan kepada keluarga berisiko.

Pada bagian akhir, Bupati menekankan pentingnya monitoring lintas sektor untuk memastikan program berjalan terstruktur dan terukur. Ia menyebut bahwa kolaborasi antara kesehatan, kecamatan, pertanian, sosial, hingga organisasi masyarakat sangat dibutuhkan. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh agar percepatan penurunan stunting berlangsung optimal.

Bupati Aulia menutup sambutannya dengan harapan agar Kukar mampu mempertahankan dan meningkatkan pencapaian positif tersebut. “Mari bersama kita ciptakan generasi mendatang tumbuh dengan sehat, cerdas, dan produktif,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini harus menjadi momentum memperkuat koordinasi dan inovasi menuju masa depan generasi emas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *