PUG Diperkuat, Pemkab Kukar Pacu Perempuan Berdaya di Segala Bidang

TENGGARONG – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam memperkuat pemberdayaan perempuan kembali ditegaskan pada peringatan Hari Ibu ke-97 yang berlangsung di Pendopo Odah Etam, Senin (1/12/2025). Melalui sambutan Bupati Kukar yang dibacakan Asisten III Setda Kukar, Dafip Haryanto, pemerintah menekankan pentingnya kesetaraan gender dalam pembangunan daerah. Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan kebijakan bagi perempuan Kukar.

Dalam penyampaiannya, Dafip menjelaskan bahwa daerah telah memiliki kerangka kebijakan yang kuat melalui Perda Nomor 22 Tahun 2016 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG). Regulasi tersebut kemudian diperkuat kembali lewat Peraturan Bupati Nomor 30 Tahun 2024 yang memuat Rencana Aksi Daerah PUG 2024–2026. Langkah ini diyakini menjadi fondasi utama bagi percepatan kemajuan perempuan Kukar.

Ia menegaskan bahwa aturan tersebut memberikan ruang luas bagi perempuan untuk berkembang dalam berbagai bidang. “Regulasi ini menjadi landasan bagi perempuan di Kukar untuk maju dan berdiri sejajar dengan laki-laki, bukan lagi menunggu kesempatan, melainkan mencari dan merebut peluang yang ada,” ungkap Dafip. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program-program konkret di tingkat daerah.

Pemberdayaan perempuan juga terintegrasi dalam program unggulan Kukar Idaman Terbaik. Melalui Program Kredit Kukar Idaman Terbaik, perempuan pelaku usaha diberi akses permodalan agar bisa mengembangkan usaha mandiri. Dafip mencontohkan keterlibatan perempuan dalam Program RT Ku Terbaik yang membuka ruang aktif dalam musyawarah dan pembangunan lingkungan. “Tak hanya itu, dalam Program Petani/Peternak/Nelayan Tangguh, perempuan didorong untuk bergabung dalam organisasi seperti Kelompok Wanita Tani guna mengembangkan potensi diri,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Dafip juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Ibu ke-97 kepada seluruh perempuan di Kukar. Ia mengingatkan bahwa semangat perjuangan perempuan Indonesia sejak Kongres Perempuan 1928 harus terus menjadi inspirasi. Dengan tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya untuk Mewujudkan Kukar Idaman Terbaik Menuju Indonesia Emas,” pemerintah menegaskan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Dafip tidak menutup mata terhadap fakta bahwa kompetensi perempuan secara umum masih perlu ditingkatkan. Ia menyebut bahwa kesenjangan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mundur, melainkan pendorong lahirnya upaya pemberdayaan melalui pendidikan formal, pelatihan, serta akses terhadap berbagai sumber daya. Pemerintah, menurutnya, terus memperluas ruang belajar bagi kaum perempuan di berbagai sektor.

Ia menambahkan bahwa perempuan tidak bisa dibiarkan berjuang sendirian tanpa dukungan negara. Pemerintah daerah berkomitmen hadir untuk memperkuat kapasitas perempuan dalam berbagai bidang. Kukar disebut memiliki banyak contoh perempuan sukses, termasuk pernah dipimpin oleh seorang bupati perempuan, serta 11 perempuan yang kini duduk di kursi DPRD jumlah tertinggi sepanjang sejarah. Kondisi tersebut menunjukkan potensi besar perempuan dalam kepemimpinan dan pembangunan daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *