TENGGARONG – Infrastruktur penghubung di pusat Kota Tenggarong kembali bertambah dengan diresmikannya Jembatan Pendamping Besi II oleh Bupati Kutai Kartanegara, dr. Aulia Rahman Basri, Selasa (23/12). Jembatan tersebut kini resmi bernama Jembatan Kedaton Agung dan siap difungsikan sebagai jalur utama kendaraan. Kehadiran jembatan baru ini diharapkan memperkuat konektivitas kawasan perkotaan.
Prosesi peresmian diawali dengan upacara adat tempong tawar yang dipimpin Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin. Ritual tersebut dilanjutkan dengan pemecahan kendi sebagai simbol awal baru. Rangkaian acara kemudian diteruskan dengan pemotongan pita dan pelepasan burung merpati.
Jembatan Pendamping Besi II dibangun di kawasan strategis yang menghubungkan Jalan Mayjend Panjaitan dan Jalan Kartini. Infrastruktur ini dirancang untuk mendukung sistem lalu lintas dua arah bagi kendaraan bermotor. Sementara itu, fasilitas pejalan kaki turut disiapkan di sisi kiri dan kanan jembatan.
Dengan mulai difungsikannya jembatan baru, Jembatan Besi lama tidak lagi digunakan untuk kendaraan bermotor. Ke depan, jembatan lama tersebut akan difokuskan sebagai jalur khusus bagi pesepeda dan pejalan kaki. Kebijakan ini diharapkan menciptakan ruang publik yang lebih aman dan ramah bagi masyarakat.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyampaikan harapannya agar keberadaan Jembatan Kedaton Agung mampu memberikan manfaat nyata bagi warga Tenggarong. Ia menilai jembatan ini menjadi bagian penting dalam penguatan infrastruktur strategis daerah. Menurutnya, peningkatan konektivitas akan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
“Dengan peresmian jembatan pendamping besi 2 yang diberi nama Jembatan Kedaton Agung ini diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta memperkuat infrastruktur strategis di wilayah Tenggarong,” ujar Aulia Rahman Basri.
Peresmian tersebut ditutup dengan penandatanganan prasasti sebagai tanda bahwa Jembatan Kedaton Agung telah resmi digunakan. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berharap jembatan ini membawa keberkahan serta menjadi ikon baru pembangunan di Tenggarong.
