Paperkaltim.id, Kutai Kartanegara – Pemerintah Desa Kahala, Kecamatan Kenohan, menetapkan perbaikan infrastruktur jalan sebagai prioritas utama pembangunan tahun 2025. Langkah ini diambil untuk memperbaiki akses penghubung antardesa yang menjadi jalur vital kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat.
Kepala Desa Kahala, Mahlan, mengatakan kondisi jalan utama saat ini sudah rusak dan menghambat aktivitas warga. Ia menilai, perbaikan harus segera dilakukan agar arus barang dan jasa di wilayahnya tidak terganggu. “Jalan poros yang menghubungkan ke desa tetangga sangat penting bagi mobilitas masyarakat dan kelancaran ekonomi,” ujarnya.
Dua titik utama yang menjadi fokus pembangunan adalah jalan penghubung antarwilayah serta akses menuju Desa Tuana Tuha. Mahlan menambahkan, usulan perbaikan infrastruktur ini telah disampaikan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten. Namun, kepastian anggaran hingga kini belum diperoleh dari pemerintah daerah.
Menurutnya, keterlambatan realisasi proyek jalan ini salah satunya disebabkan kebijakan efisiensi anggaran di tingkat nasional. “Ada kebijakan efisiensi dari pusat yang memengaruhi program pembangunan daerah. Jadi, kami masih menunggu kejelasan terkait alokasi dana,” jelasnya.
Meski demikian, pemerintah desa berkomitmen melanjutkan upaya advokasi agar program perbaikan jalan tetap masuk dalam daftar prioritas kabupaten. Mahlan menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat desa.
Data dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menunjukkan, peningkatan akses infrastruktur di wilayah pedesaan menjadi bagian dari rencana strategis daerah tahun 2025-2026. Dinas Pekerjaan Umum Kukar juga mencatat, setidaknya 60 persen desa di wilayah pedalaman masih membutuhkan perbaikan jalan dan jembatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Kondisi ini sejalan dengan arahan Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah yang sebelumnya menekankan pentingnya pemerataan pembangunan di wilayah hulu, termasuk Kecamatan Kenohan. Melalui kebijakan Desa Maju Mandiri, pemerintah daerah menargetkan konektivitas antarwilayah dapat mempercepat distribusi hasil pertanian dan perikanan masyarakat desa.
Pemdes Kahala berharap dukungan pemerintah kabupaten dapat segera terealisasi agar pembangunan infrastruktur jalan di wilayahnya bisa berjalan pada 2025. “Kami akan terus memperjuangkan usulan ini karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” tegas Mahlan.
(Adv/DiskominfoKukar)
