Paperkaltim.id, SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Darlis Pattalongi, mengungkapkan urgensi pelaksanaan Program Sekolah Rakyat dengan sungguh-sungguh, guna memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga yang tergolong miskin ekstrem di wilayahnya.
Dalam sebuah pernyataan, dirinya menegaskan bahwa proses rekrutmen siswa harus dilakukan secara proaktif dan tidak hanya mengandalkan undangan semata.
“Target rekrutmen siswa itu jangan cuma sebatas undangan. Pemerintah provinsi harus jemput bola. Kita punya tanggung jawab memastikan anak-anak dari keluarga di kategori miskin ekstrem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) SIL 1 dan SIL 2 bisa mengakses pendidikan gratis ini,” tegas Darlis.
Berdasarkan data dari Dinas Sosial, disinyalir terdapat sekitar 110 ribu anak usia sekolah (6–19 tahun) di Kaltim yang berada dalam kategori miskin.
Darlis juga mencatat bahwa tingkat kemiskinan di Kaltim saat ini mencapai 5,51 persen, setara dengan sekitar 220 ribu jiwa.
“Ini potensi besar sekaligus tantangan. Kalau kita serius, harus ada langkah afirmatif. Tidak bisa hanya menunggu. Ada banyak faktor yang bisa bikin target siswa tidak tercapai mulai dari minimnya informasi hingga resistensi orang tua,” tambahnya.
Sebagai langkah konkrit untuk menghadapi tantangan ini, Darlis mengajak semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan, untuk bersinergi dalam memastikan setiap anak, terutama dari keluarga kurang mampu, mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan.
“Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi jembatan penghubung bagi anak-anak Kaltim menuju masa depan yang lebih cerah,” tutup Darlis.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen dari semua pemangku kepentingan, diharapkan program ini dapat terlaksana dengan efektif dan memberikan dampak positif bagi pendidikan di Kalimantan Timur.(*)
Adv/DPRDKaltim
