Paperkaltim.id, SAMARINDA – Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Muhammad Darlis Pattalongi, mengungkapkan besarnya anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat.
Hal ini diharapkan dapat memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak di Kaltim.
“Setiap siswa mendapat alokasi anggaran sebesar Rp46 juta per tahun melalui APBN. Semua kebutuhan siswa akan ditanggung penuh, mulai dari makanan, pakaian, perlengkapan mandi, buku, ekstrakurikuler, hingga sepatu dan seragam dalam jumlah lengkap,” ungkap Darlis.
Dirinya menekankan, dengan adanya program ini, anak-anak dapat bersekolah tanpa harus membawa apa pun dari rumah mereka.
Darlis menjelaskan mengenai besaran biaya operasional Sekolah Rakyat. “Jika satu sekolah dapat menampung 100 siswa, biaya operasionalnya mencapai Rp4,6 miliar per tahun. Untuk pembangunan fisik sekolah, pemerintah pusat telah menyiapkan dana sebesar Rp210 miliar per unit sekolah,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan gambaran lebih luas ketika menyebutkan potensi sekolah rakyat.
“Bayangkan jika kita memiliki 10 sekolah rakyat, total biaya operasionalnya bisa mencapai Rp46 miliar per tahun. Ini adalah bukti komitmen negara untuk memberantas kemiskinan melalui pendidikan,” tegas Darlis.
Meskipun seluruh biaya operasional dan infrastruktur ditanggung oleh pemerintah pusat, Darlis mengingatkan bahwa Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota memiliki peran penting dalam menyiapkan lahan dan mempercepat proses pembangunan sekolah.
“Negara telah memberikan kesempatan ini, jangan kita sia-siakan. Sekolah Rakyat ini bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah putus sekolah di Kaltim,” tutupnya.
Dengan dukungan semua pihak, kata Darlis, diharapkan Sekolah Rakyat dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kalimantan Timur dan membantu anak-anak di daerah ini untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas.(*)
Adv/DPRDKaltim
