Media Iran Pastikan Khamenei Tewas, Proses Suksesi Jadi Sorotan

Paperkaltim.id, Jakarta – Dua media Iran, Tasnim News Agency dan Fars News Agency, mengonfirmasi bahwa Ali Khamenei tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada Sabtu (28/2). Kabar tersebut disampaikan setelah sebelumnya beredar bantahan dari sejumlah pihak. Informasi ini dikutip dari siaran langsung Al Jazeera. Hingga kini, rincian detail terkait kronologi serangan belum diungkap.

Sebelum konfirmasi tersebut, media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan sejumlah pejabat tinggi Iran sempat menyebut kabar kematian itu sebagai berita palsu. Namun, Tasnim dan Fars kemudian memastikan informasi tersebut tanpa memberikan penjelasan lanjutan. Perubahan sikap media itu menjadi perhatian publik internasional. Situasi di Teheran pun dilaporkan masih dalam pemantauan ketat.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan melalui akun Truth Social miliknya bahwa Khamenei telah tewas. “Ali Khamenei sudah tewas. Ini adalah peluang tunggal terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka,” tulis Trump, seperti dilansir Reuters. Pernyataan tersebut muncul sebelum konfirmasi resmi dari media Iran. Klaim itu kemudian diperkuat oleh pernyataan Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga lebih dahulu mengklaim kematian Khamenei. Ia mengindikasikan bahwa operasi militer tersebut memang menargetkan pemimpin tertinggi Iran. Meski demikian, tidak ada penjelasan rinci mengenai dampak serangan di dalam negeri Iran. Ketidakpastian informasi sempat memicu spekulasi luas.

Sorotan berikutnya tertuju pada mekanisme suksesi kepemimpinan Iran. Konstitusi negara tersebut mengatur bahwa kekuasaan sementara akan dipegang dewan beranggotakan Presiden Iran, Kepala Kehakiman, serta satu ulama dari Dewan Garda. Dewan ini akan memimpin hingga Majelis Ahli menunjuk pemimpin tertinggi yang baru. Proses ini dinilai krusial bagi stabilitas politik Iran.

Selain itu, muncul laporan bahwa kewenangan tertentu juga diberikan kepada Ali Larijani selaku Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran. Namun, kabar tersebut belum dapat dikonfirmasi secara independen. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai kandidat kuat pengganti Khamenei. Jika proses suksesi berjalan, kondisi ini dinilai dapat menjadi titik balik besar dalam politik domestik Iran maupun dinamika geopolitik Timur Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *