Paperkaltim.id, TENGGARONG – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud bersama istri melakukan silaturahmi ke Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Kamis (15/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan menyusul polemik penempatan posisi duduk Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Sultan Aji Muhammad Arifin, dalam sebuah kegiatan kenegaraan di Balikpapan yang melibatkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Kedatangan Gubernur Kaltim disambut langsung oleh Sultan Aji Muhammad Arifin beserta kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara. Pertemuan itu dimaknai sebagai agenda tabayun sekaligus evaluasi bersama atas insiden yang dinilai tidak mencerminkan penghormatan terhadap protokol adat dan kearifan lokal yang berlaku di Kalimantan Timur.
Polemik tersebut sebelumnya mendapat sorotan serius dari Dewan Pimpinan Pusat Remaong Kutai Kartanegara (DPP RKM). Pada 14 Januari 2026, organisasi tersebut melayangkan surat somasi kepada Direksi Pertamina Balikpapan dan Gubernur Kaltim. Surat somasi itu ditandatangani langsung oleh Ketua DPP RKM, Hebby Nurlan Arafat, sebagai bentuk protes atas insiden penempatan Sultan dalam acara kenegaraan tersebut.
Dalam suratnya, RKM mengecam keras posisi duduk Sultan Kutai Kartanegara yang berada di belakang sejumlah pejabat pemerintah pusat dan provinsi. Menurut RKM, hal tersebut merupakan bentuk pengabaian terhadap nilai adat, marwah, dan martabat Kesultanan Kutai Kartanegara. RKM bahkan menyatakan akan melakukan aksi terbuka apabila tidak ada itikad baik dari pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara langsung.
Dalam pertemuan di Kedaton, Sultan Aji Muhammad Arifin menegaskan pentingnya pemahaman dan penerapan protokol adat dalam setiap kegiatan resmi yang dilaksanakan di Kalimantan Timur. Ia menekankan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. Sultan juga mengungkapkan bahwa insiden serupa telah terjadi dua kali, yakni saat kegiatan Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Presiden Joko Widodo dan kembali terulang dalam agenda kenegaraan bersama Presiden Prabowo Subianto.
Sementara itu, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyampaikan bahwa kunjungan ke Kedaton merupakan wujud tabayun sekaligus permohonan arahan dari Kesultanan Kutai Kartanegara. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kaltim untuk menjadikan arahan tersebut sebagai bahan introspeksi dan koordinasi bersama lembaga vertikal serta pemerintah pusat, agar setiap kegiatan ke depan dapat diselenggarakan dengan menjunjung tinggi nilai, norma, dan kearifan lokal yang hidup di Bumi Etam.
