Indramayu – Misteri penemuan lima jenazah dalam satu liang di Kabupaten Indramayu akhirnya menemukan titik terang. Polisi menangkap dua orang tersangka berinisial R dan P yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap Sahroni (75) beserta empat anggota keluarganya.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan penangkapan dilakukan setelah serangkaian penyelidikan dan investigasi oleh Satreskrim Polres Indramayu dengan dukungan tim Inafis, Puslabfor Mabes Polri, serta Polda Jabar.
“Benar pelaku sudah ditangkap, rencananya besok akan kami rilis lebih detail,” kata Hendra di Bandung, Senin (8/9/2025).
Hendra menegaskan proses investigasi dijalankan sesuai prosedur standar dan mengedepankan profesionalisme.
Sebelumnya, warga geger ketika menemukan lima jasad yang dikubur di dalam rumah Sahroni. Mereka adalah Sahroni, anaknya Budi (45), menantu Euis (40), serta dua cucu yang masing-masing berusia enam tahun dan delapan bulan.
Warga sekitar sempat menduga peristiwa itu terkait aksi perampokan. Apalagi, satu mobil pikap dan sejumlah ponsel milik korban hilang dari lokasi.
Seorang warga, Ami (35), mengaku kaget saat mendengar kabar tetangganya ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan. Ia mengingat pada Sabtu (30/8) dini hari terlihat dua mobil pikap berhenti di depan rumah korban, yang kini diduga terkait dengan peristiwa tragis tersebut.
“Katanya perampokan. Korbannya ada lima orang, terdiri dari bapak, ibu, bapak mertua, anak kecil, dan bayi,” ujar Ami.
Hasil pemeriksaan awal menyebut korban sudah meninggal lebih dari dua hari sebelum ditemukan. Polisi menegaskan dugaan kuat bahwa kasus ini adalah tindak pidana pembunuhan.
“Investigasi terus berjalan. Detail motif dan peran masing-masing tersangka akan kami ungkap dalam rilis resmi,” tegas Hendra.
Dengan penangkapan dua tersangka, polisi berharap dapat segera menyingkap misteri motif di balik pembunuhan satu keluarga ini sekaligus menjawab keresahan warga Indramayu.
