TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menghadiri kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Kukar di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Selasa (3/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa keberadaan PWRI bukan sekadar organisasi para purnabakti aparatur negara, tetapi juga menjadi sumber kearifan dan pengalaman yang sangat berharga bagi pembangunan daerah.
Menurutnya, para anggota PWRI merupakan saksi sekaligus aktor sejarah yang telah melalui berbagai fase pembangunan di Kutai Kartanegara. Pengalaman panjang tersebut dinilai memiliki peran strategis untuk menjaga kesinambungan pembangunan daerah.
“PWRI bukan hanya organisasi purnabakti, tetapi juga gudang kearifan. Bapak dan Ibu adalah saksi sekaligus pelaku sejarah yang memahami bagaimana transformasi pembangunan di Kukar berlangsung,” ujar Aulia.
Ia menilai posisi para anggota PWRI sangat strategis, tidak hanya sebagai pengingat sejarah pembangunan, tetapi juga sebagai pengawal nilai-nilai luhur daerah. Karena itu, ia berharap organisasi tersebut dapat terus menjadi jembatan antara generasi senior dengan generasi pemimpin yang lebih muda.
Aulia menyebut pengalaman yang dimiliki para anggota PWRI merupakan aset yang tidak ternilai. Dengan bimbingan para tokoh senior tersebut, pemerintah daerah diyakini dapat menjaga kesinambungan program pembangunan agar tidak terputus dari satu generasi ke generasi berikutnya.
“Pengalaman personal Bapak dan Ibu yang telah melampaui berbagai dinamika zaman adalah aset yang sangat berharga. Dengan bimbingan tersebut, kita dapat memastikan tidak ada mata rantai pembangunan yang terputus,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan PWRI menjadi jaminan bahwa setiap transformasi pembangunan di Kukar tetap berjalan dengan arah yang jelas, yakni mempercepat kesejahteraan masyarakat.
Dalam suasana Ramadan yang penuh kebersamaan, Aulia juga menyampaikan rasa bahagianya dapat bersilaturahmi secara langsung dengan para anggota PWRI.
Menurutnya, momentum buka puasa bersama tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan para tokoh yang telah mengabdikan diri untuk daerah.
“Merupakan kebahagiaan dan kehormatan bagi saya pribadi dan jajaran Pemkab Kukar dapat bersilaturahmi langsung dengan Bapak dan Ibu sekalian. Apalagi di bulan suci Ramadan ini kita bisa berkumpul sambil berbuka puasa bersama,” ujarnya.
Ia juga menilai kegiatan tersebut menjadi jembatan hati yang mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan para purnabakti.
Menurut Aulia, bulan Ramadan mengajarkan nilai kebersamaan, saling menguatkan, serta berbagi kasih sayang antar sesama.
“Momentum buka puasa bersama ini adalah jembatan hati untuk mempererat silaturahmi. Di bulan suci ini kita diingatkan untuk saling menguatkan dan saling berbagi kasih sayang,” katanya.
Aulia berharap hubungan antara pemerintah daerah yang saat ini aktif menjalankan roda pemerintahan dengan para purnabakti tetap terjalin harmonis.
Ia menegaskan bahwa Pendopo Odah Etam sebagai rumah jabatan kepala daerah selalu terbuka bagi para tokoh yang telah berjasa membangun Kutai Kartanegara.
“Pintu Pendopo Odah Etam ini akan selalu terbuka bagi Bapak dan Ibu sekalian sebagai bentuk penghormatan kami atas segala jasa dan dedikasi yang telah diberikan untuk daerah ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Aulia menegaskan bahwa meskipun secara administratif para anggota PWRI telah memasuki masa purnabakti, namun semangat pengabdian mereka terhadap bangsa dan daerah tidak pernah berhenti.
Menurutnya, PWRI merupakan wadah berkumpulnya para tokoh yang memiliki pengalaman luar biasa dan tetap dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi kemajuan daerah.
“Organisasi PWRI adalah tempat berkumpulnya para tokoh yang memiliki pengalaman luar biasa. Meski secara administratif telah purnabakti, semangat pengabdian dan pemikiran Bapak dan Ibu sekalian tidak pernah pensiun,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Aulia juga menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan kepada seluruh anggota PWRI serta masyarakat Kutai Kartanegara.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, saya mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah. Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT serta kita semua diberikan kesehatan, umur yang berkah, dan kebahagiaan lahir batin,” ucapnya.
Turut mendampingi Bupati Kukar dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Kukar Sunggono, Pelaksana Tugas Kepala BKPSDM Kukar Arianto, Pelaksana Tugas Kepala Kesbangpol Kukar Rinda Desianti, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
