SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, terus memberikan sorotan tajam terhadap kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Samarinda
Ia menilai bahwa masih terdapat praktik nepotisme dalam proses rekrutmen karyawan di perusahaan tersebut, yang dapat merugikan kualitas pelayanan dan efisiensi operasional PDAM.
“Sebagai wakil masyarakat, saya merasa perlu untuk terus mendorong PDAM agar melakukan evaluasi dan perbaikan internal. Kita semua memahami bahwa selama ini ada banyak karyawan yang masuk dengan latar belakang hubungan keluarga atau titipan. Hal ini menghambat kemajuan PDAM dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Afif.
Afif mengungkapkan rasa bangganya terhadap langkah yang diambil oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dengan mengeluarkan kebijakan monotorium terhadap penerimaan pegawai baru di PDAM.
“Saya sangat menyambut baik langkah ini. Monotorium ini menunjukkan bahwa Wali Kota telah menyadari adanya masalah yang harus ditangani. Ini adalah sinyal positif bahwa kita ingin mengedepankan profesionalisme,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya memasukkan karyawan yang memiliki kompetensi dan profesionalisme dalam bidangnya ke dalam PDAM, bukan hanya berdasarkan hubungan pribadi.
“Kita perlu memastikan bahwa orang-orang yang bergabung di PDAM adalah mereka yang mampu dan memiliki kualifikasi yang memenuhi standar. Dengan begini, kita bisa berharap ada perbaikan yang signifikan dalam pelayanan air kepada masyarakat,” pungkasnya.
Afif berharap ke depannya, PDAM bisa lebih transparan dalam proses rekrutmen dan memberikan kesempatan yang sama kepada semua calon pekerja yang berkompeten.
“Saya akan terus memantau perkembangan ini dan mendorong agar sepenuhnya agar kepentingan masyarakat bisa terakomodir dengan baik,” tutupnya.
