Paperkaltim.id, SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan, menekankan perlunya pemahaman yang mendalam mengenai penyebab tingginya angka anak yang tidak mengenyam pendidikan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Fenomena ini semakin mendesak untuk ditindaklanjuti mengingat data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menunjukkan angka anak-anak yang tidak bersekolah di daerah ini cukup tinggi.
“Data yang beredar menunjukkan tingginya jumlah anak yang tidak bersekolah, dan salah satu faktor yang paling mungkin adalah masalah jarak dan akses ke fasilitas pendidikan,” ungkap Agusriansyah.
Lebih jauh, Agusriansyah menjelaskan bahwa sulitnya akses ke sekolah-sekolah serta biaya pendidikan yang tinggi menjadi dua kendala utama yang harus ditangani oleh pemerintah daerah.
Dia menekankan, jika tidak ada tindakan yang segera dilakukan, kondisi ini dapat menyebabkan generasi mendatang kehilangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan.
“Urgensi penelitian yang lebih mendalam untuk menggali kondisi lapangan sangat diperlukan agar kita bisa menemukan penyebab utama ketidakbersekolahan anak di Kutim. Jika data itu benar, kita harus tahu apa yang mendasarinya,” jelasnya.
Agusriansyah juga memberikan perhatian pada pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan stakeholder pendidikan lainnya untuk mencari solusi yang tepat dan efektif.
“Kita tidak bisa menunggu, harus ada langkah konkret dari pemerintah daerah untuk membuat akses pendidikan menjadi lebih inklusif dan terjangkau bagi semua kalangan,” tambahnya.
Dengan semangat untuk menciptakan perubahan yang positif, Agusriansyah berharap agar semua pihak bersama-sama berupaya untuk memastikan setiap anak di Kutai Timur memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas. (*)
