Tinggi Harga Beras di Mahakam Ulu Mendapat Sorotan dari Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltim

Paperkaltim.id, SAMARINDA – Masalah kenaikan harga beras dan bahan pokok lainnya di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) kini menjadi sorotan penting.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Ekti Immanuel, menegaskan betapa vitalnya peran Sungai Mahakam sebagai jalur transportasi utama bagi masyarakat di daerah tersebut, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem.

“Kemampuan transportasi yang sangat bergantung pada Sungai Mahakam menyebabkan masyarakat di Mahakam Ulu, termasuk Kubar, sering mengalami kesulitan. Setiap tahunnya, terjadi dua masalah utama: banjir saat hujan dan kekeringan saat kemarau,” ungkap Ekti sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Ekti menjelaskan, selama musim kemarau, perjalanan dari Longbagun ke Longapari dan Longpangai mengalami hambatan serius akibat tiga riam (saluran air) Riam Udang, Riam Alo, dan Riam Panjang — yang terhambat airnya.

“Ketika debit air rendah, batu-batu di riam tersebut menjadi penghalang bagi transportasi, sehingga menghambat pengiriman sembako,” tambahnya.

Ekti juga menyoroti solusi yang sedang diupayakan. Dimana, pihaknya telah berkomunikasi dengan Pemkab Mahulu yang mana bantuan anggaran untuk jasa angkut telah dianggarkan.

“Kami telah berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Mahulu yang menginformasikan bahwa telah dianggarkan bantuan untuk ongkos angkut. Kami berharap, bantuan ini segera disalurkan untuk memastikan transportasi sembako tidak lagi membebani masyarakat dengan harga yang tinggi,” katanya.

Legislator dari daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Mahulu ini, berharap agar pemerintah daerah segera mengambil langkah strategis untuk mengatasi masalah ini, demi kesejahteraan masyarakat Mahakam Ulu.

“Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan berkolaborasi dengan semua pihak untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi dengan harga yang wajar,” pungkas Ekti.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *