Paperkaltim.id, Samarinda – Data terbaru dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur menunjukkan bahwa prevalensi HIV dan Tuberkulosis (TBC) masih tergolong tinggi di beberapa kabupaten dan kota, terutama di daerah padat penduduk, kawasan tambang, serta wilayah dengan tingkat mobilitas pekerja yang tinggi.
Angka ini menjadi perhatian serius bagi, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim, Hartono Basuki, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat.
Selain masalah epidemiologi, angka Stunting pada balita juga menjadi isu penting.
Di beberapa daerah, prevalensi Stunting masih berada di atas target nasional yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Kondisi ini tidak hanya menunjukkan masalah gizi yang serius, tetapi juga berpotensi mengganggu tumbuh kembang generasi masa depan.
Menanggapi situasi ini, Hartono, menyatakan keprihatinannya dan mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah-langkah konkret dalam penanggulangan masalah kesehatan ini.
“Kita harus memberikan perhatian yang lebih serius terhadap pendidikan dan kesadaran masyarakat dalam menghadapi tantangan kesehatan yang ada. Kesadaran akan pentingnya pencegahan penyakit dan perbaikan gizi sangat krusial untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif,” ujarnya.
Hartono Basuki menambahkan, pemangku kebijakan diharapkan untuk segera merumuskan strategi yang efektif dalam penanggulangan HIV, TBC, dan Stunting, serta memperkuat program-program edukasi kesehatan yang dapat mengubah pola pikir masyarakat tentang kesehatan dan nutrisi.
Dalam hal ini, Hartono menyebutkan, bahwa Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi kesehatan di daerah dan bekerja sama dengan semua pihak guna menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi seluruh warga Kaltim.
“Kami berharap partisipasi aktif dari masyarakat untuk bersama-sama menanggulangi permasalahan ini demi masa depan yang lebih baik,” tutupnya.(*)
