Paperkaltim.id, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) telah mengambil langkah signifikan dengan memutuskan untuk melaksanakan program Gratispol secara bertahap.
Program ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan tinggi yang lebih baik bagi masyarakat, khususnya bagi mahasiswa yang kurang mampu.
Keputusan ini mendapatkan perhatian serius dari Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim, Sarkowi V Zahry. Dalam pernyataan resminya, Sarkowi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan program Gratispol demi memastikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
“Prioritas kita saat ini adalah mahasiswa baru. Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan akses pendidikan yang layak tanpa kendala finansial,” ujar Sarkowi.
Fokus awal program ini akan menyasar mahasiswa baru yang akan mendaftar dalam waktu dekat. Sementara itu, lanjut Sarkowi, mahasiswa aktif yang telah menjalani kuliah diharapkan dapat mulai menerima manfaat dari program ini pada tahun anggaran 2026.
“Dengan demikian, diharapkan seluruh lapisan masyarakat akan terlibat dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kaltim,” tuturnya.
Program Gratispol diharapkan dapat menjadi solusi nyata untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi sekaligus mendorong kualitas SDM, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu.
Melalui program ini, kata Sarkowi, Pemprov Kaltim tengah berupaya menciptakan kesempatan yang lebih adil dan setara bagi semua calon mahasiswa, sehingga mereka dapat mengejar impian akademis tanpa beban finansial yang berat.
“Pemprov Kaltim bersama DPRD akan terus berkolaborasi dalam mengawasi dan menyukseskan program ini agar berjalan sesuai dengan harapan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya.(*)
