Paperkaltim.id, Samarinda – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Syarifatul Syadiah, menyoroti kondisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Berau yang masih jauh dari harapan.
Dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Berau yang hampir mencapai Rp 5 triliun, PAD saat ini hanya berada di angka sekitar Rp 300 miliar. Angka ini, menurut Syarifatul, jelas masih sangat jauh dari kondisi ideal.
“PAD Berau masih sekitar Rp 300 miliar. Jika dibandingkan dengan total APBD, angkanya masih jauh dari ideal. Harus ada langkah strategis agar paling tidak PAD bisa mencapai 10 persen dari total APBD,” ungkap Syarifatul sebagai wakil rakyat Dapil Kota Bontang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), dan Berau.
Dalam kesempatan ini, Syarifatul menegaskan pentingnya terobosan nyata bagi Kabupaten Berau untuk mencapai kemandirian fiskal. Meningkatkan PAD, menurutnya, bukan hanya sebuah tuntutan, melainkan langkah penting untuk memastikan keberlangsungan pembangunan daerah yang lebih berkelanjutan.
Lebih lanjut, Syarifatul menyampaikan dua aspek penting yang harus menjadi fokus, yaitu penguatan sumber daya manusia (SDM) dan transformasi ekonomi daerah.
“Penguatan SDM adalah kunci utama dalam memanfaatkan potensi yang ada di daerah. Selain itu, transformasi ekonomi melalui diversifikasi sumber pendapatan dan pengembangan sektor-sektor unggulan juga sangat diperlukan untuk meningkatkan PAD kita,” tambahnya.
Dengan optimisme, Syarifatul berharap agar pemerintah daerah dan seluruh stakeholder dapat bersinergi dalam merencanakan dan melaksanakan program-program yang mendukung peningkatan PAD.
“Kami percaya bahwa langkah-langkah yang tepat dapat membawa Kabupaten Berau menuju kemandirian fiskal yang lebih baik di masa depan,” pungkasnya.(*)
