Paperkaltim.id, SAMARINDA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dari daerah pemilihan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Paser, Hartono Basuki, mengungkapkan keprihatinan mendalam terkait kondisi infrastruktur jalan yang berpengaruh signifikan terhadap distribusi hasil pertanian di wilayah tersebut.
Banyak petani, khususnya yang mengelola kebun sawit dan karet, menghadapi tantangan serius akibat jalan yang buruk, terutama saat musim hujan.
“Jalan produksi yang seharusnya menjadi akses utama bagi para petani justru menjadi kendala ketika hujan deras mengguyur. Akibatnya, hasil panen tidak dapat dikeluarkan tepat waktu, yang berdampak langsung pada pendapatan dan kesejahteraan mereka,” ungkap Hartono.
Hartono menerangkan bahwa meskipun petani telah berupaya untuk memodifikasi kendaraan angkut mereka agar dapat melewati jalan yang sulit, seperti menggunakan ban besar dan kendaraan yang ditinggikan, kondisi jalan yang buruk tetap menjadi hambatan.
“Banyak kendaraan terjebak atau tidak bisa melintas karena kedalaman genangan air yang meningkat. Ini adalah masalah yang harus segera ditangani oleh pemerintah,” tegasnya.
Dalam upaya mencari solusi, Hartono menekankan pentingnya perhatian dan tindakan pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun daerah, untuk mengutamakan pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan tani.
“Setidaknya, perlu dilakukan pengerasan jalan agar akses para petani tidak terputus di musim hujan. Kami tidak ingin petani mengalami kerugian yang terus berulang setiap tahunnya. Pemerintah perlu hadir untuk memberikan dukungan nyata kepada mereka,” tambah Hartono.
Dengan semakin banyaknya petani yang mengalami kesulitan di PPU dan Paser, Hartono harapkan tindakan cepat dari pemerintah sangat diperlukan untuk memastikan akses yang baik bagi produksi pertanian yang berkelanjutan.
“Sebagai wakil rakyat kami mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersatu dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang mendukung keberlangsungan hidup dan kesejahteraan petani,” pungkasnya.(*)
