Yonavia sebut Perlunya Optimalisasi Kerja Sama Antara Sekolah dan Dunia Usaha untuk Meningkatkan Pendidikan Kejuruan di Kaltim

SAMARINDA – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Yonavia, mengungkapkan keprihatinan mendalam tentang belum optimalnya kerja sama antara sekolah dan dunia usaha/industri yang dapat berdampak serius pada pendidikan kejuruan di wilayah ini.

Kerja sama ini sangat penting untuk memastikan relevansi kurikulum, mempersiapkan siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja, serta memfasilitasi penyerapan lulusan ke dunia industri.

Yonavia mengidentifikasi beberapa faktor yang menghambat tercapainya kerja sama yang efektif.

Pertama, masih terdapat kurangnya pemahaman dan kesadaran di kalangan sejumlah pihak di sekolah yang belum sepenuhnya memahami pentingnya hubungan kerja sama ini.

“Selain itu, ada pula tantangan dalam membangun dan menjaga hubungan yang baik antara pihak sekolah dan dunia industri,” katanya.

Kedua, perbedaan kepentingan dan prioritas antara sekolah dan dunia usaha/industri seringkali menjadi penghalang.

“Masing-masing pihak memiliki fokus yang berbeda, sehingga sulit untuk menemukan kesepakatan yang saling menguntungkan,” tuturnya.

Ketiga, kurangnya komunikasi dan koordinasi yang efektif dapat menyebabkan kesalahpahaman yang mengganggu pelaksanaan kerja sama.

Yonavia juga menyoroti keterbatasan sumber daya sebagai faktor penghambat. Baik sekolah maupun dunia usaha/industri mungkin mengalami keterbatasan dalam hal waktu, tenaga, dan dana yang diperlukan untuk membangun kemitraan yang solid.

“Selain itu, kurangnya dukungan dari pemerintah dalam bentuk kebijakan atau program dapat menjadi faktor lain yang menghalangi kemajuan kerja sama ini,” tambahnya.

Dampak dari belum optimalnya kolaborasi ini sangat signifikan. Lulusan SMK yang tidak siap kerja menjadi salah satu isu utama, di mana ketidaksesuaian kurikulum dengan kebutuhan industri mengakibatkan lulusan tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja.

“Hal ini tentu saja menyulitkan mereka untuk mendapatkan pekerjaan. Selain itu, kualitas lulusan yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri berimbas pada rendahnya penyerapan lulusan SMK ke dunia kerja,” jelas dia.

Yonavia menegaskan bahwa pemborosan sumber daya pendidikan dan industri juga dapat terjadi akibat kurangnya kerja sama yang efektif.

Oleh karena itu, beliau mendorong semua pihak untuk berkolaborasi lebih erat dalam membangun sinergi antara sekolah dan dunia usaha/industri demi menciptakan lulusan yang siap untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah.

“Sudah saatnya kita bersama-sama memperkuat kerja sama ini agar pendidikan kejuruan di Kalimantan Timur dapat memberikan kontribusi yang lebih besar kepada masyarakat dan dunia industri,” tutup Yonavia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *