Syahariah Mas’ud, Soroti Isu Kekerasan dan Pelecehan terhadap Anak dibawah Umur di Balikpapan Barat

SAMARINDA – Dalam rapat Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang diadakan bersama Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kaltim, dan Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, dengan isu perlindungan anak di Benua Etam, pada Senin (21/07/2025).

Anggota DPRD Komisi IV DPRD Kaltim, Syahariah Mas’ud, mengecam tingginya angka kekerasan dan pelecehan terhadap anak-anak, mengangkat kasus tragis mengenai seorang anak berusia tiga tahun yang sedang dalam proses investigasi di Balikpapan Barat.

Kekerasan yang dialami anak yang masih sangat belia ini menunjukkan perlunya penanganan yang serius dan kolaborasi yang efektif antara lembaga-lembaga pemerintahan terkait.

“Kami sangat menyayangkan bahwa laporan dari orang tua korban kepada Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) ditolak,” ungkap Syahariah Mas’ud.

Dalam rapat tersebut, ia menekankan pentingnya komunikasi yang lancar antara berbagai instansi, termasuk UPTD PPA dan Komisi Penanggulangan Anak Daerah (KPAD).

Syahariah menyoroti bahwa kejadian kekerasan ini seharusnya menjadi sinyal untuk semua pihak bahwa perlindungan anak haruslah menjadi prioritas utama.

“Anak ini menjadi korban dan telah mengalami trauma yang mendalam. Kita perlu memastikan bahwa mereka dilindungi dan mendapatkan penanganan yang tepat. Kita tidak bisa membiarkan kejadian seperti ini terulang lagi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Syahariah juga mempertanyakan alasan dibalik penolakan pengaduan oleh UPTD PPA.

“Mengapa pengaduan ini ditolak? Kami, sebagai pengawas, berhak atas penjelasan yang jelas. Setiap kelemahan dalam sistem ini harus segera diperbaiki agar tidak ada korban lain di masa depan,” imbuhnya.

Syahariah Mas’ud juga menyoroti peran penting masyarakat dalam melindungi anak-anak.

“Kita semua harus bersatu untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak kita. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita sebagai bagian dari masyarakat.”

Dalam kesempatan itu, Syahariah Mas’ud berjanji akan terus memperjuangkan kasus ini dan memastikan bahwa pihak yang bertanggung jawab akan diusut dan dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Saya akan terus berkomunikasi dengan pihak terkait dan memastikan bahwa orang tua korban mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan. Anak-anak kita berhak mendapatkan perlindungan dan perhatian yang lebih,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *